Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Arab Saudi dilaporkan sempat ikut melancarkan serangan rahasia ke wilayah Iran sebagai balasan atas rentetan serangan yang menghantam kerajaan itu selama serangan AS-Israel ke republik Islam. Namun serangan itu akhirnya berhasil diredam dengan diplomasi kedua negara.
Informasi tersebut diungkap dua pejabat Barat dan dua pejabat Iran yang mengetahui persoalan itu kepada Reuters. Serangan yang selama ini tidak dipublikasikan tersebut menjadi momen pertama Arab Saudi diketahui secara langsung melakukan aksi militer di tanah Iran.
Menurut dua pejabat Barat, serangan dilakukan Angkatan Udara Saudi pada akhir Maret lalu. Salah seorang pejabat menyebut operasi itu sebagai “serangan balasan setimpal” setelah Arab Saudi lebih dulu dihantam. Iran berdalih bahwa serangan itu menyasar pangkalan AS di Saudi yang dipakai menyerang Iran.
Reuters tidak dapat memastikan target spesifik yang disasar dalam operasi tersebut. Pemerintah Saudi juga tidak secara eksplisit membenarkan ataupun membantah laporan itu.
Kementerian Luar Negeri Iran pun belum memberikan tanggapan resmi.
Selama ini Arab Saudi dikenal sangat bergantung pada perlindungan militer Amerika Serikat. Namun perang selama sekitar 10 pekan terakhir memperlihatkan bahwa payung pertahanan AS tidak sepenuhnya mampu melindungi kerajaan dari serangan rudal dan drone yang menembus wilayahnya.
Laporan ini sekaligus memperlihatkan meluasnya konflik Timur Tengah, yang bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari lalu.
Sejak serangan tersebut, Iran disebut menyerang enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menggunakan rudal dan drone. Sasaran serangan tidak hanya pangkalan militer AS, tetapi juga bandara sipil, fasilitas minyak, hingga infrastruktur penting kawasan. Iran juga menutup Selat Hormuz yang mengganggu perdagangan global.
Selain Arab Saudi, Uni Emirat Arab juga disebut melakukan serangan militer ke Iran. Laporan Wall Street Journal pada Senin menyebut aksi Abu Dhabi memperlihatkan bahwa negara-negara Teluk mulai membalas tekanan Iran secara lebih terbuka.
Meski demikian, pendekatan Riyadh dan Abu Dhabi berbeda.
UEA disebut mengambil sikap lebih keras terhadap Teheran dan lebih agresif dalam memberikan tekanan militer. Sementara Arab Saudi justru tetap menjaga jalur diplomasi dengan Iran agar konflik tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Komunikasi antara Riyadh dan Teheran dilaporkan tetap berjalan, termasuk melalui duta besar Iran di Arab Saudi.

3 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·