Kongres Ungkap AS Kehilangan 39 Pesawat di Perang Iran, Pentagon Bungkam

1 jam yang lalu 6

Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Ed Case pada Selasa (12/5/2026) membongkar fakta bahwa AS kehilangan 39 pesawat sejak perang melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Fakta itu merujuk pada data dari sebuah laporan media pertahanan.

Case mengungkap fakta itu saat komite khusus Senat AS mengelar rapat dengar pendapat dengan Pentagon. Dalam tanya jawab dengan Kepala Keuangan Pentagon Jay Hurst, Case membeberkan data soal kerusakan yang dialami militer AS selama perang berlangsung.

"Kita kehilangan sekitar 39 pesawat, menurut data The War Zone, dan itu telah berusia satu bulan," kata Case saat bertanya kepada Hurst apakah Pentagon telah menghitung "biaya retensi akibat kehilangan pesawat-pesawat itu".

Hurst menjawab, "Ada biaya di sana, Pak, tapi saya ingin kembali kepada anda soal tulisan dan spesialisasi mereka (The War Zone), karena, seperti yang bisa anda bayangkan, perbaikan pesawat adalah sesuatu yang sulit untuk dikalkulasi."

"Kami ingin melakukan diagnoisis penuh terhadap pesawat-pesaat itu sebelum memperkirakan biayanya," ujar Hurst menambahkan.

Laporan yang dirujuk oleh Case, dipublikasikan oleh The War Zone, yang menyatakan bahwa Angkatan Udara AS menggelar hampir 13 ribu penerbangan selama perang berlangsung. Menurut laporan itu, 39 pesawat AS hancur dan 10 lainnya mengalami kerusakan.

Laporan juga mengeklaim bahwa sebuah jet F-35A Lightning II dihantam rudal di ruang udara Iran dan sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry dihancurkan Iran. Laporan itu belum terkonfirmasi secara independen, sementara pejabat Pentagon enggan mengonfirmasi data itu saat rapat dengar pendapat dengan Senat.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

Baca Artikel Selengkapnya