Jakarta, NU Online
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengunjungi Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov sebagai Safari Diplomatik terakhirnya di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selatan, pada Jumat (24/4/2026).
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mengungkapkan, pertemuan tersebut berkutat pada pembicaraan atas peperangan antara Republik Islam Iran dengan Amerika Serikat (AS).
"Gus Yahya selalu menekankan pentingnya penyelesaian diplomatik, penyelesaian secara damai non-militer terhadap konflik ini," katanya usai pertemuan.
Dubes Rusia, katanya, juga menginginkan adanya penyeselesaian melalui jalan diplomatik dengan damai non-militer.
"Dua tokoh ini, Gus Yahya dan Duta Besar Rusia, juga memberikan apresiasi terhadap peran Pakistan dalam melakukan upaya-upaya diplomatik," katanya.
Selain itu, kata Gus Ulil, keduanya juga dibicarakan soal kerja sama antara Indonesia, NU, dan Rusia. Kerjasama tersebut, lanjutnya, telah dibangun cukup baik oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Terutama dalam isu pendidikan. Pemerintah Rusia memberikan 300 beasiswa untuk Indonesia. Tentu ini sangat menggembirakan," katanya.
"Kita sendiri juga punya banyak mahasiswa berlatar belakang NU yang studi di Rusia, termasuk Atase Republik Indonesia yang berasal dari Lakpesdam PBNU, Khoirul Rosyadi," jelasnya.
Gus Ulil menegaskan bahwa isu kedua yang dibahas adalah kerja sama ekonomi syariah. Ia menyebut, PBNU kini mulai menggeluti bidang tersebut dan telah mendirikan Nahdlatul Ulama Harvest Maslahah (NHM) dengan layanan melalui Syariah Global Services (SGS).
"Kebetulan pada bulan Mei ada event terkait kerja sama ekonomi syariah yang diadakan di Republik Tatarstan, Rusia, dan Pak Dubes juga mengharapkan ada delegasi NU yang hadir dalam event tersebut," katanya.
Ia menambahkan bahwa setelah ini Gus Yahya akan mengevaluasi dan merumuskan hasil pertemuan dengan dubes-dubes yang telah dikunjungi.
"Setelah ini, Gus Yahya akan melakukan evaluasi, merumuskan hasil pertemuan-pertemuan ini, dan akan menyampaikannya kepada pihak-pihak yang relevan, termasuk Pemerintah Indonesia," jelasnya.
"Ini bagian dari safari yang diinisiasi oleh Gus Yahya untuk menjumpai beberapa duta besar, mulai dari Duta Besar Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi, kemudian negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, serta juga Duta Besar Turki, Pakistan, China, dan terakhir hari ini kita menjumpai Duta Besar Rusia," terangnya.

3 jam yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·