Praka Farizal Romadhon, anggota TNI yang gugur di Lebanon.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) sembari menegaskan penargetan pasukan perdamaian tidak boleh menjadi praktik yang dianggap wajar.
“Seharusnya tidak menjadi hal yang normal ketika pasukan penjaga perdamaian menjadi target dari aktivitas militer apa pun,” kata Dubes Tolchenov saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Diplomat Rusia itu menyatakan bahwa gugurnya tiga prajurit Indonesia merupakan semacam konsekuensi dari aktivitas militer Israel yang tidak hanya berkonflik dengan Iran, tetapi juga meluas kepada negara-negara tetangga seperti Lebanon.
Dia menjelaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama Indonesia sebagai negara anggota telah mengirimkan prajurit dan perwira ke Lebanon untuk menjalankan misi menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Namun dalam perkembangannya, mereka justru menjadi sasaran dalam operasi militer tersebut.
Oleh sebab itu, Dubes Tolchenov menyerukan agar komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk memastikan pelindungan dan keselamatan para penjaga perdamaian.
“Sekarang ini benar-benar bukan situasi yang baik ketika mereka menjadi sasaran serangan atau penembakan. Dan saya berharap hal ini tidak terus berlanjut, dan harus ada langkah yang diambil untuk memastikan perlindungan serta keselamatan mereka, terutama warga Indonesia yang bertugas dalam pasukan penjaga perdamaian PBB,” ucapnya.
sumber : Antara

3 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·