Rusia Dilaporkan Mulai Pasok Bahan Peledak, Amunisi Hingga Komponen Drone ke Iran

50 menit yang lalu 2

Koran Hamshahri yang terbit di Iran menampilkan ilustrasi tentara Amerika Serikat menjadi sandera, Senin (17/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Rusia dilaporkan mulai mengirim bahan peledak, amunisi, dan komponen drone ke Iran lewat Laut Kaspian saat Teheran sedang membangun kembali stok persenjataan mereka yang terkuras selama perang melawan AS dan Israel. Seperti dilaporkan NBC News, Selasa (18/8/2026), pengiriman itu melalui rute satu arah langsung dari Rusia ke Iran melalui jalur laut.

Laut Kaspian diketahui berbatasan dengan Rusia, Iran, Azerbaijan, Kazakhstan dan Turkmenistan. Angkatan Laut dari negara-negara Barat tidak beroperasi di lautan ini, yang membuat pengiriman via jalur laut antara pelabuhan Rusia dan Iran menjadikan AS dan sekutunya sulit melakukan intersep.

Rute ini telah menjadi perhatian Israel saat rezim Zionis mengebom pelabuhan Bandar Anzali milik Iran di Laut Kaspian pada akhir Maret. Meski demikian, aktivitas pengapalan tetap berlanjut setelah serangan Israel itu.

Pengiriman dari Rusia menunjukkan perkembangan signifikan dari hubungan timbal balik antara Moskow dan Teheran. Selama ini, Iran menjadi pemasok utama persenjataan untuk Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022, di antaranya drone Shaheed.

Teheran juga dilaporkan mentrasfer teknologi yang membantu Rusia mampu memproduksi sendiri drone yang didesain oleh Iran. Moskow kemudian memodifikasi drone Shaheed dan memperbesar skala produksinya di dalam negeri.

Belakangan, giliran Moskow memperbanyak aliran bantuan persenjataan ke Teheran. Selain memasok drone, Rusia juga menyedikan Teheran citra satelit, informasi intelijen untuk operasi menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah.

Dalam laporan The Gaze belum lama ini, intelijen Ukraina mengidentifikasi bukti yang menunjukkan bahwa Rusia menyediakan Iran citra satelit dari aktivitas militer AS dan situs-situs strategis di Teluk Persia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga membantah premis yang menyebut serangan Iran ke Ukraina hanyalah risiko masa depan, dengan berargumentasi Teheran bisa secara efektif bisa melancarkan serangan dengan cara menyuplai Rusia dengan drone Shaheed, teknologi terkait, dan izin produksi senjata.

Baca Artikel Selengkapnya