Beijing (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Wisma Konsul Jenderal RI dan dihadiri oleh sekitar 100 WNI dan diaspora yang tinggal di Guangzhou dan sekitarnya.
Upacara dipimpin oleh “Acting” Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou Andalusia Tribuana Tungga Dewi yang menyampaikan salam dari Konjen RI di Guangzhou Arianto Surojo yang masih bertugas di Jakarta.
“Mari bersatu mengisi kemerdekaan dengan hal positif untuk membangun negeri,” kata Andalusia.
Seluruh petugas upacara adalah para mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di beberapa universitas di Guangzhou dan Shenzhen.
Setelah pelaksanaan upacara, Andalusia melakukan pengerukan tumpeng yang diserahkan kepada beberapa wakil masyarakat, termasuk kepada Praveen Jordan, mantan pemain badminton nasional yang menjadi pelatih badminton di salah satu klub bulu tangkis di Guangzhou.
“Acting” Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou Andalusia Tribuana Tungga Dewi memberikan potongan tumpeng kepada mantan pemain badminton nasional Praveen Jordan seusai upacara pengibaran bendera HUT ke-81 RI di Wisma Konsul Jenderal RI pada Senin (17/7/2026) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)Praveen diketahui pernah meraih medali perunggu Asian Games 2014, medali emas SEA Games Singapura 2015, serta pernah menjadi juara ganda campuran pada ajang bergengsi All England 2016.
Selain upacara bendera, pada akhir Juli dan 16 Agustus 2026 lalu KJRI Guangzhou telah mengadakan sejumlah acara lain untuk memeriahkan HUT RI, yaitu pertandingan badminton dan perlombaan khas 17 Agustus seperti lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung dan lomba lainnya.
“Kami senang ikut serta dalam perlombaan 17 Agustus. Rasanya seperti berada di tanah air,” ujar Donny, WNI yang berdomisili di Shenzhen.
Donny dan teman-temannya tidak pernah absen selama tiga HUT RI terakhir.
Suasana lomba untuk memperingati HUT ke-81 di KJRI Guangzhou (ANTARA/Desca Lidya Natalia)Selain WNI, rangkaian acara HUT RI juga diikuti oleh warga negara China yang memiliki kecintaan pada Indonesia, seperti “guiqiao” dan warga Tiongkok yang menjadi pengajar Bahasa Indonesia di universitas setempat.
“Guiqiao” adalah orang-orang Tionghoa yang lahir dan pernah tinggal di Indonesia tapi kemudian bermigrasi kembali ke China pada periode 1950-1960-an dan saat ini sudah menjadi warga negara China setelah tinggal di Tiongkok selama lebih dari 60 tahun.
China bagian selatan yaitu provinsi Guangdong, Fujian, Hainan dan Daerah Otonom Guangxi Zhuang yang menjadi wilayah kerja KJRI Guangzhou memang terkenal menjadi lokasi tinggal para “overseas Chinese returned” atau disebut juga “guiqiao”.
Baca juga: HUT Ke-81 RI di Oslo perkuat kebersamaan dan diplomasi Indonesia
Baca juga: Reog Ponorogo meriahkan peringatan HUT RI di Washington AS
Baca juga: KBRI Moskow peringati HUT ke-81 RI, hadirkan bursa kerja
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·