RUPST Mulia Boga Raya sepakati dividen tunai Rp89,88 miliar

2 jam yang lalu 5
kami siap menjadi mitra bagi berbagai pihak untuk meningkatkan penetrasi keju pada masyarakat Indonesia agar pertumbuhan kinerja tahun ini sentiasa terus berkelanjutan

Jakarta (ANTARA) - PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp89,88 miliar atau setara 50,09 persen dari laba bersih senilai Rp179,44 miliar pada tahun buku 2025.

Dividen tunai perseroan setara Rp16 per saham yang akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham pada 13 Mei 2026, dengan Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen itu adalah yang terdaftar pada 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Direktur Utama KEJU Indrasena Patmawidjaja dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, mengatakan perseroan masih mencatatkan kinerja yang tumbuh di tengah gejolak di tingkat global, salah satunya didorong kontribusi perseroan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Saat ini produk kami masih menjadi keju nomer 1 di Indonesia, untuk itu kami siap menjadi mitra bagi berbagai pihak untuk meningkatkan penetrasi keju pada masyarakat Indonesia agar pertumbuhan kinerja tahun ini sentiasa terus berkelanjutan ke depan,” kata Indrasena.

Dari laba bersih senilai Rp179,44 miliar yang dikurangi dividen tunai Rp89,88 miliar, sisanya sekitar Rp89,35 miliar digunakan oleh perseroan sebagai cadangan umum yang belum ditentukan penggunaannya.

Kemudian, sebesar Rp200 juta ditetapkan oleh perseroan sebagai cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang penggunaannya sesuai dengan Pasal 21 Anggaran Dasar Perseroan.

Terkait rencana strategis 2026, Indrasena menjelaskan perseroan masih akan melakukan di antaranya, pertama, memperkuat posisinya di channel General Trade (GT) dan Modern Trade (MT) dengan produk-produk kategori snacking.

Kedua, mempertahankan posisi MBR sebagai keju nomer 1 Indonesia, dan ketiga, memperkuat partnership di channel Food Service dengan konsep ONEGARUDAFOOD untuk menjadikan MBR sebagai mitra utama bisnis.

Sementara itu, di pasar Internasional, Indrasena mengatakan perseroan akan mengembangkan pasar yang berfokus di Asia Tenggara, sekaligus menjelajahi wilayah baru di luar Asia Tenggara.

Selain itu, perseroan akan memulai operasi di Pabrik baru Sumedang pada Juli 2026, yang akan mendorong peningkatan kapasitas produksi, serta akan melanjutkan standardisasi system, pelaporan, dan analisis sebagai bagian dari ONEGARUDAFOOD.

“Kami akan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas SDM. Sejalan dengan itu kami akan meningkatkan penetrasi keju masyarakat Indonesia serta memperkuat Brand Equity untuk meningkatkan pangsa pasar perseroan,” ujar Indrasena.

Pada tahun 2025, perseroan membukukan laba bersih yang tumbuh 22,1 persen year on year (yoy) menjadi Rp179,44 miliar, dibandingkan senilai Rp146,88 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan ditopang oleh penjualan bersih yang tumbuh 19,1 persen (yoy) menjadi Rp1,50 miliar pada 2025, dibandingkan senilai Rp1,26 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Mulia Boga Raya setuju bagikan dividen Rp73,12 miliar

Baca juga: Mulia Boga Raya bagikan dividen Rp79,5 miliar

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya