RUPST Bank bjb sepakat bagikan dividen Rp900 miliar

1 jam yang lalu 1
Kebijakan dividen ini menjadi bukti komitmen Bank bjb dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank bjb) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

“Kebijakan dividen ini menjadi bukti komitmen Bank bjb dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Deputy Corporate Secretary Bank bjb Sani Ikhsan Maulana dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dalam RUPST tersebut, terdapat tujuh agenda utama yang dibahas dan diputuskan, mencakup aspek kinerja, tata kelola, hingga penguatan strategi korporasi.

Agenda pertama adalah persetujuan Laporan Tahunan, termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025.

Dengan persetujuan ini, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja selama tahun buku 2025.

Agenda kedua menetapkan penggunaan laba bersih, termasuk pembagian dividen sebesar Rp900 miliar.

Agenda ketiga terkait penunjukan akuntan publik dan kantor akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2025, yang kewenangannya diberikan kepada Dewan Komisaris.

Agenda keempat mencakup pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) sebagai bagian dari mitigasi risiko guna menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika ekonomi makro.

Agenda kelima adalah perubahan anggaran dasar perseroan seiring penunjukan Bank bjb sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK).

Sementara, agenda keenam dan ketujuh mencakup perubahan struktur serta pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

- Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti

- Komisaris Independen: Novian Herodwijanto

- Komisaris Independen: Eydu Oktain Panjaitan

- Komisaris: Rudie Kusmayadi

- Komisaris: Herman Suryatman

- Komisaris: Tomsi Tohir

Direksi

- Direktur Utama: Ayi Subarna

- Direktur Kepatuhan: Asep Dani Fadillah

- Direktur Keuangan: Hana Dartiwan

- Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana

- Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini

- Direktur Teknologi Informasi: Muhammad As’adi Budiman

- Direktur Operasional: Herfinia

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali mengatakan telah merekomendasikan figur-figur berintegritas untuk mengisi jajaran pengurus, termasuk Susi Pudjiastuti.

“Saya merekomendasikan orang-orang dalam Bank bjb yang menurut saya memiliki integritas,” ujar Dedi.

Menurut dia, Susi memiliki kapasitas dalam memberikan masukan strategis dalam pengambilan keputusan.

Adapun sepanjang 2025, Bank bjb mencatatkan kinerja positif dengan total aset mencapai Rp221,3 triliun, menjadikannya sebagai bank pembangunan daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia.

Perseroan menilai capaian tersebut didukung oleh penguatan pasar, peningkatan teknologi, serta kolaborasi dengan pemegang saham utama.

RUPST ini juga menjadi momentum bagi Bank bjb untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Baca juga: Susi Pudjiastuti jadi komut dan Ayi Subarna menjabat Dirut BJB

Baca juga: Bank BJB raih penghargaan dalam ajang SPPA BEI Award

Baca juga: Bank BJB himpun pipeline kredit Rp52 miliar di Forum Bisnis Perumahan

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya