Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah 64 poin atau 0,36 persen menjadi Rp17.611 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.547 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan pergerakan rupiah tertekan akibat kenaikan data Producer Price Index (PPI) AS.
“Rupiah pada perdagangan Jumat masih bergerak di bawah tekanan setelah pasar merespons data PPI AS (meningkat menjadi 5,4 persen year on year (yoy) dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya, melampaui konsensus sebesar 5,3 persen yoy) yang dirilis Kamis (10/9),” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Kenaikan PPI menjadi 5,4 persen secara tahunan disebut membuat perhatian investor kembali tertuju pada risiko inflasi dan prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang turut mendorong kenaikan yield obligasi AS dan menjaga permintaan terhadap dolar.
Tekanan eksternal juga diperkuat oleh harga minyak yang tetap tinggi di tengah ketegangan geopolitik.
Sementara itu, melihat sentimen domestik, data penjualan ritel yang dirilis Kamis (10/9) menunjukkan perbaikan aktivitas konsumsi, sehingga menjadi salah satu faktor yang membantu membatasi pelemahan rupiah.
“Untuk perdagangan selanjutnya, fokus pasar akan bergeser pada CPI (Consumer Price Index) AS yang dirilis Jumat malam (11/9). Hasil inflasi tersebut akan menjadi penentu apakah penguatan dolar dan kenaikan yield AS berlanjut menjelang keputusan The Fed pekan depan,” ungkap Amru.
Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, lanjut dia, rupiah berpotensi kembali tertekan, sedangkan hasil yang lebih rendah dapat membuka ruang pemulihan. Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak cukup volatil dalam kisaran Rp17.500 - Rp17.650 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.611 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.536 per dolar AS.
Baca juga: Kalbe Farma ungkap strategi pelemahan rupiah hadapi bahan baku impor
Baca juga: BI terus perkuat transaksi mata uang lokal jaga stabilitas rupiah
Baca juga: AKRA: Kinerja perusahaan tak terdampak fluktuasi harga minyak dan kurs
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·