Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah mengikuti bursa kawasan Asia seiring investor bersikap risk off (menghindari aset berisiko) dipicu oleh tingginya harga minyak di tingkat global.
IHSG ditutup melemah 47,96 poin atau 0,73 persen ke posisi 6.541,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,26 poin atau 0,95 persen ke posisi 649,72.
“IHSG dan bursa regional Asia melemah dampak dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak yang membebani sentimen,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, Nico mengatakan konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah menyebabkan harga minyak mentah global mencapai level di atas 100 dolar AS per barel.
Harga minyak mentah ke level tinggi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tidak mengharapkan perang Iran berakhir sebelum pemilihan paruh waktu November 2026, dan bahwa harga minyak kemungkinan tidak akan turun sampai saat itu.
Para pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) dilaporkan memperingatkan Trump bahwa perang dapat berlanjut hingga akhir masa jabatannya, yang berakhir pada Januari 2029.
Sementara itu, para pemimpin Iran dilaporkan bertekad untuk terus berperang meskipun biaya ekonomi terus meningkat, dan memandang konflik tersebut sebagai ancaman eksistensial.
Mereka juga mengklaim bahwa Teheran telah berhasil membangun kembali kemampuan rudalnya, serta dapat mengintensifkan serangan terhadap aset AS dan negara-negara Teluk apabila Washington meningkatkan serangannya.
“Konflik yang meningkat antara AS dan Iran memicu kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi global,” ujar Nico.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis laporan data inflasi AS, yang sebelumnya data PPI Final Demand mengalami kenaikan dari sebelumnya 0,1 persen month to month (mtm) menjadi 0,4 persen (mtm), serta naik dari sebelumnya 4,3 persen year on year (yoy) menjadi 4,6 persen (yoy).
Hal tersebut tentu membuat pelaku pasar khawatir, bahwa rangkaian data inflasi AS yang dimulai dari inflasi produsen akan terus mengalami kenaikan akibat perang yang berkepanjangan karena harga energi mengalami kenaikan.
"Sehingga, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pekan depan (16 September 2026)," ujar Nico.
Dari dalam negeri, Nico menyebut pelaku pasar tampaknya mengalihkan fokus ke hasil survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI), yang mana indeks Penjualan Riil (IPR) Juli tumbuh 1,1 persen (yoy), atau meningkat dibandingkan Juni 2026 yang mengalami kontraksi sebesar 3,0 persen (yoy).
“Pencapaian itu memberikan gambaran akan permintaan konsumen yang terjaga,” ujar Nico.
Selain itu, pelaku pasar juga fokus memperhatikan beban APBN yang akan meningkat, seiring kenaikan harga minyak dunia sehingga meningkatnya beban subsidi energi.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 1,38 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang turun sebesar 1,26 persen dan 1,20 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu PTSN, SAPX, MITI, SRAJ, dan MBTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni GSMF, MSKY, JAWA, APIC dan UDNG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.916.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,59 miliar lembar saham senilai Rp14,66 triliun. Sebanyak 197 saham naik, 471 saham menurun dan 295 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1,87 persen ke 64.050,00, indeks Shanghai melemah 1,18 persen ke 3.888,11, indeks Hang Seng melemah 0,60 persen ke 24.805,63, indeks Kospi melemah 1,76 persen ke 6.909,91, dan indeks Straits Times menguat 4,27 persen ke 5.694,02.
Baca juga: IHSG melemah dipicu naiknya harga minyak dan ekspektasi "hawkish" Fed
Baca juga: IHSG ditutup melemah ikuti bursa Asia dipicu naiknya tensi AS-Iran
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·