Rupiah melemah seiring keputusan AS kirim pasukan ke Timur Tengah

4 minggu yang lalu 13
Meskipun Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Iran, AS juga telah mengirim pasukan ke Timur Tengah

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 75 poin menjadi Rp16.979 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.904 per dolar AS

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah seiring keputusan AS mengirim pasukan ke Timur Tengah.

“Meskipun Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Iran, AS juga telah mengirim pasukan ke Timur Tengah, dengan Trump mempertimbangkan apakah akan menggunakan pasukan darat untuk merebut pusat minyak strategis Iran di Pulau Kharg,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dia menerangkan bahwa perang antara AS dengan Iran telah mengurangi pasokan minyak global sebesar 11 juta barel per hari.

Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi volatilitas harga minyak dunia

Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp16.928 per dolar AS

Badan Energi Internasional menggambarkan krisis tersebut lebih buruk daripada dua guncangan minyak tahun 1970-an dan perang gas Rusia-Ukraina jika digabungkan.

Selain itu, pasar memperkirakan skenario inflasi tinggi.

“Pada awal tahun, para pedagang memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga dari Federal Reserve (Fed). Namun, sejak konflik dimulai dan setelah keputusan kebijakan Fed pada 18 Maret, mereka mengurangi taruhan dovish mereka,” ucap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate(JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak melemah ke level Rp16.957 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.903 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah menguat seiring sinyal negosiasi damai dari AS

Baca juga: Rupiah diprediksi melemah seiring skeptisisme perdamaian AS-Iran

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya