RI siapkan mesin pertumbuhan baru menuju target ekonomi 8 persen

1 jam yang lalu 1
Pemerintah terus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui penguatan fundamental ekonomi dan percepatan kebijakan prioritas.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyiapkan sejumlah sumber pertumbuhan baru sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Pemerintah terus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui penguatan fundamental ekonomi dan percepatan kebijakan prioritas. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat investasi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, di Jakarta, Rabu.

Haryo mengatakan arah kebijakan saat ini menjadi penting di tengah risiko global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik. Menurutnya, pemerintah terus mempercepat hilirisasi dan memperkuat rantai pasok nasional sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.

Hingga 2026, pemerintah telah melakukan groundbreaking 26 proyek hilirisasi yang mencakup pengolahan batu bara menjadi DME (Dimethyl Ether), hilirisasi tembaga dan emas, garam industri, alumina menjadi aluminium, serta waste to energy.

Proyek-proyek tersebut diperkirakan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selain hilirisasi, penguatan pengelolaan sumber daya alam dilakukan melalui pengembangan bank emas dan optimalisasi pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE). Bank Emas yang dikelola Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah mengelola DHE sebesar 14 miliar dolar AS dari tiga komoditas strategis dalam 2 bulan 13 hari operasional.

Danantara DSI juga memonitor lebih dari 6.500 transaksi ekspor untuk memperkuat tata kelola dan mencegah praktik under invoicing maupun transfer pricing.

Di sisi kelembagaan, pemerintah juga melakukan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Dari total 1.074 BUMN termasuk anak dan cucu usaha, sebanyak 290 telah ditutup. Pemerintah menargetkan jumlah maksimum BUMN menjadi 300.

Sejalan dengan transformasi tersebut, laba BUMN meningkat dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025 atau tumbuh 75,3 persen.

Haryo menyampaikan, memasuki 2027, pemerintah menyiapkan 10 transformasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi hingga daya saing.

10 transformasi tersebut meliputi renovasi 10 ribu puskesmas, pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD, renovasi sekolah, bursa mineral dan komoditas Indonesia, optimalisasi aset BUMN, pengembangan 100 gigawatt (GW) energi surya, Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), Danantara Development Management Fund (DDMF), elektrifikasi mobilitas rakyat, serta kebijakan dwi-kewarganegaraan.

Keseluruhan agenda itu diarahkan guna memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi melalui transformasi sisi penawaran, peningkatan sektor bernilai tambah tinggi, revitalisasi sektor ekonomi yang resilien, serta peningkatan daya saing investasi dan ekspor.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menuju 8 persen dengan dukungan investasi, industri, dan produktivitas, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan menciptakan lapangan kerja.

“Berbagai agenda transformasi yang disiapkan untuk 2027 merupakan bagian dari upaya Pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui penguatan sektor strategis dan peningkatan daya saing, Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi sekaligus semakin inklusif,” kata Haryo.

Baca juga: BI masih kedepankan stabilitas seiring tekanan global belum mereda

Baca juga: RAPBN 2027: Navigasi pertumbuhan, disiplin fiskal, dan kesejahteraan

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya