RI jajaki penguatan ekspor dan UMKM dengan IFC

1 minggu yang lalu 8

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menjajaki penguatan ekspor serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bersama International Finance Corporation (IFC).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengatakan penguatan dunia usaha dan peningkatan ekspor menjadi fokus pembahasan dengan IFC dalam pertemuan bilateral di Bangkok, Thailand.

Dari sisi ekspor, kerja sama dengan IFC dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank.

Kerja sama itu diarahkan pada penghimpunan pendanaan jangka panjang dan mobilisasi dana eksternal untuk mendukung pembiayaan ekspor.

Inisiatif tersebut juga mencakup penguatan rantai pasok domestik bagi pelaku usaha berorientasi ekspor, terutama di sektor pertanian, manufaktur, logistik, jasa, dan perikanan.

"Dukungan terhadap pembiayaan ekspor, khususnya bagi dunia usaha berorientasi ekspor, diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau pasar internasional," ujar Suahasil.

Sementara bagi dunia usaha, dukungan IFC terhadap UMKM turut mencakup perluasan akses pembiayaan melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), OTO Finance, dan Amartha serta penguatan digitalisasi layanan keuangan.

Suahasil menjelaskan perhatian juga diberikan kepada perempuan pelaku usaha dan masyarakat di wilayah pedesaan.

Untuk memperkuat keterlibatan di Indonesia, menurut Suahasil, IFC menyampaikan rencana memindahkan sejumlah posisi senior dari Singapura ke Jakarta.

Pada sisi pasar modal, pembahasan dengan IFC menyoroti perluasan basis investor dan pengembangan instrumen pembiayaan tematik untuk menarik partisipasi modal swasta.

Menkeu Suahasil menegaskan pentingnya menjaga kredibilitas pasar modal agar dapat menjadi sumber pembiayaan yang andal bagi sektor swasta.

Pertemuan bilateral dengan IFC menjadi rangkaian dari upaya Menteri Keuangan untuk memperkuat kemitraan Indonesia dengan lembaga keuangan internasional dan negara mitra untuk mendukung prioritas pembangunan nasional.

Baca juga: Menkeu: Pemerintah salurkan pembiayaan Rp65 triliun ke 14,9 juta UMKM

Baca juga: Menkeu atur subsidi bunga kredit 10 persen bagi perempuan prasejahtera

Baca juga: Menkeu usulkan kolaborasi IFC dan BUMN untuk biayai infrastruktur

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya