OJK gencarkan program PINTAR untuk perluas akses investasi masyarakat

1 jam yang lalu 4
Harapannya ini akan menyebar pada banyak penduduk yang ada di Indonesia ini, termasuk nanti apakah pelajar, mahasiswa, pekerja, dan sebagainya

Cirebon (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggencarkan pelaksanaan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) untuk memperluas akses masyarakat, termasuk di Cirebon, Jawa Barat, terhadap produk pasar modal sekaligus menambah jumlah investor di Indonesia.

Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi, Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi 1 dan Pasar Modal Regional OJK Sujanto mengatakan, program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.

“Harapannya ini akan menyebar pada banyak penduduk yang ada di Indonesia ini, termasuk nanti apakah pelajar, mahasiswa, pekerja, dan sebagainya,” kata Sujanto saat ditemui di Kantor OJK Cirebon, Senin.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memulai investasi secara terencana dan berkala, melalui produk reksa dana yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

Menurut Sujanto, reksa dana dapat menjadi langkah awal bagi calon investor sebelum mempelajari instrumen pasar modal lain yang lebih kompleks, seperti saham.

“Harapan kita yang paling penting adalah itu, bagaimana untuk ke depan itu untuk memahami risikonya,” ujarnya.

Ia mengemukakan, program tersebut terdiri atas layanan reksa dana umum yang terbuka bagi calon investor tanpa batasan usia serta SiMuda Investasiku yang menyasar masyarakat berusia 18 hingga 30 tahun.

Sujanto mengatakan, perluasan jumlah investor harus disertai pemahaman mengenai karakteristik produk dan risiko, agar masyarakat dapat menentukan pilihan sesuai kemampuan finansial.

Ia menyampaikan, produk reksa dana memiliki sejumlah kategori, meliputi pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham, yang masing-masing mempunyai tingkat risiko berbeda.

Berdasarkan data yang disampaikan Sujanto, indeks literasi pasar modal Indonesia masih sebesar 11,78 persen, sedangkan indeks inklusinya tercatat 3,34 persen.

Ia menyebut jumlah investor pasar modal Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 30,87 juta orang, meningkat 60 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sujanto pun meminta media massa ikut berperan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang, agar masyarakat memahami peluang serta risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

“Kami berharap rekan-rekan wartawan bukan hanya sekadar sebagai peliput berita, melainkan juga menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang,” ucap dia.

Baca juga: OJK: Jumlah investor pasar modal di Ciayumajakuning capai 686 ribu

Baca juga: OJK: Perbankan di Ciayumajakuning perlu memperkuat sektor produktif

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya