Rais Syuriyah PBNU Ajak Alumni Timur Tengah Perkuat Kolaborasi dan Persaudaraan

52 menit yang lalu 1

Cirebon, NU Online

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Imam Jazuli mengajak alumni Timur Tengah memperkuat kerja sama dan kolaborasi serta mengedepankan persaudaraan di tengah perbedaan ideologi, pilihan politik, dan afiliasi organisasi.

Ajakan tersebut disampaikan KH Imam Jazuli dalam acara gala dinner dan silaturahmi Alumni Timur Tengah Wilayah III Cirebon yang meliputi Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Majalengka. Kegiatan yang digagas Imam Jazuli Foundation itu berlangsung di Restoran Bandar Djakarta pada Selasa (27/10/2026), dihadiri 148 alumni dari berbagai negara, antara lain Mesir, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Lebanon, India, dan Arab Saudi.

Dalam sambutannya, pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon itu menegaskan bahwa Imam Jazuli Foundation berkomitmen menjadi wadah pemberdayaan dan advokasi alumni Timur Tengah melalui berbagai program konkret. Menurutnya, potensi besar alumni perlu dihimpun dan dikelola secara kolaboratif agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menempatkan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim di atas kepentingan kelompok (hizbiyyah). Perbedaan pandangan keagamaan, afiliasi organisasi, dan pilihan politik, menurutnya, tidak seharusnya menghambat kerja sama ant alumni.

“Sudah saatnya alumni Timur Tengah saling bekerja sama, bersinergi, dan bahu-membahu untuk meraih keberhasilan bersama. Kita kuat karena berpadu dan lemah ketika terpecah, mari bangun kolaborasi dan hindari polarisasi,” pesan KH Imam Jazuli.

Ia mengimbau para alumni menghindari konflik yang tidak produktif, baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kebebasan menentukan sikap politik, katanya, harus disertai adab dan penghormatan terhadap perbedaan, bukan dijadikan alasan untuk merendahkan pihak lain.

Kiai yang akrab disapa Kiai Imjaz itu juga menyoroti perdebatan mengenai nasab yang dinilainya berpotensi memperlebar perpecahan di kalangan umat Islam apabila tidak disikapi secara bijaksana. Ia mengajak para alumni mengalihkan perhatian pada persoalan nasib umat yang membutuhkan pembelaan dan perjuangan bersama.

“Jangan habiskan energi untuk perdebatan nasab yang tidak produktif. Fokuslah pada persoalan nasib umat yang perlu kita bela dan perjuangkan,” tegasnya.

Dorong Pendataan Alumni

Untuk memperkuat koordinasi, KH Imam Jazuli meminta setiap perwakilan alumni dari berbagai negara menyelesaikan pendataan anggota secara lengkap dalam waktu dua minggu. Basis data tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membangun jejaring komunikasi, memetakan potensi, serta merancang program pemberdayaan yang terukur.

Menurutnya, gerakan kolaborasi alumni perlu dibangun berdasarkan data yang akurat agar setiap program dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang tersedia.

Imam Jazuli Foundation berencana memfasilitasi pertemuan lanjutan dalam satu bulan ke depan. Pertemuan tersebut akan difokuskan pada penguatan silaturahmi, pemberdayaan alumni, dan penyusunan langkah konkret untuk mempererat sinergi.

Melalui inisiatif tersebut, KH Imam Jazuli berharap jejaring alumni tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berkembang menjadi kekuatan kolaboratif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.

Kiai yang dikenal sebagai tokoh transformasi pesantren itu juga berharap ikhtiar tersebut mendapat rida Allah Swt. dan menjadi jalan menuju keberhasilan bersama, baik di dunia maupun di akhirat.

“Semoga niat baik kita bersama diridhai Allah Swt agar tercapai kebahagiaan bersama fiddunya wal akhirat,” pungkas kiai alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir, tersebut.

Baca Artikel Selengkapnya