PWI: Butuh dukungan OJK guna kembangkan ekosistem bisnis modal ventura

1 jam yang lalu 2
industri modal ventura bisa menjadi faktor yang memperkuat rintisan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan sehingga menjadi lebih sehat dan berkualitas

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menyatakan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibutuhkan untuk mengembangkan ekosistem bisnis modal ventura.

“Banyak startup-startup kita, terutama dalam bagaimana membangun modal ventura sering kali kendalanya eksistensi terhadap permodalan, itu yang mungkin perlu kita garis bawahi, sekaligus juga bagaimana modal ventura ini bisa memperkuat jaringannya, kemudian memperkuat tata kelolanya dan memperkuat ekosistem bisnisnya. Oleh karena itu, butuh support dari OJK,” ujarnya dalam Talkshow Jurnalistik dengan tema “Bulan Literasi Keuangan, Saatnya Memperkuat Kualitas Portofolio dalam Modal Ventura” di Jakarta, Rabu.

Per Juni 2026, OJK mencatat pembiayaan modal ventura sebesar Rp16,28 triliun atau mengalami kontraksi 0,48 persen year on year (yoy). Adapun total aset industri modal ventura sebesar Rp27,56 triliun, tumbuh dari tahun sebelumnya Rp27,2 triliun atau 1,32 persen yoy.

Baca juga: Riset ungkap indeks peluang investasi PE/VC di Indonesia di level 0,57

Secara profitabilitas, laba industri modal ventura sebesar Rp327,62 miliar dengan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 94,7 persen.

Menurut Akhmad Munir, industri modal ventura bisa menjadi faktor yang memperkuat rintisan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan sehingga menjadi lebih sehat dan berkualitas.

Karena itu, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama memajukan ekosistem bisnis modal ventura.

“OJK ini sebagai regulator tentu punya otoritas dalam mendukung, men-support keberadaan Amvesindo (Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia) atau komunitas modal ventura ini agar bisa bersama-sama untuk bisa menjadi bagian yang turut menjadi ekosistem ekonomi di Indonesia,” kata Ketum PWI itu.

Baca juga: OJK: Pembiayaan multifinance capai Rp514,09 triliun per Maret 2026

Baca juga: Beri kepastian hukum kantor perwakilan PVL, OJK terbitkan POJK 41/2025

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya