Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencopotan dua direktur jenderal baru-baru ini merupakan bagian dari kebijakan rotasi pegawai yang biasa dilakukan di Kementerian Keuangan.
Kedua dirjen yang dimaksud adalah Febrio Nathan Kacaribu yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) serta Luky Alfirman sebagai Dirjen Anggaran.
“Itu hanya proses biasa, berapa tahun diputar. Jadi, nggak ada yang istimewa dari itu,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan adanya konflik internal, Purbaya tak menampik dinamika di dalam organisasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusannya, meski porsinya relatif kecil.
“Iya dan tidak. Iya, ada sedikit (pengaruh konflik internal), tapi nggak itu saja. Ada yang lain-lain,” ujarnya.
Baca juga: LPS sebut ketahanan siber kunci jaga kepercayaan investor keuangan
Mengenai konflik internal, ia menjelaskan belakangan ini ada beberapa kabar angin terkait Kementerian Keuangan yang mengarah pada misinformasi, misalnya soal kas negara yang hanya cukup bertahan untuk beberapa minggu ke depan hingga Saldo Anggaran Lebih (SAL) hanya tersisa Rp120 triliun.
Selain itu, ia juga mendengar isu yang meragukan kapabilitasnya untuk bertemu investor.
Purbaya menyebut saat ini dia tengah membenahi tubuh organisasi Kementerian Keuangan guna menghindari risiko negatif terhadap kredibilitas pemerintah di mata publik maupun pelaku pasar.
“Kalau (masalahnya) perbedaan pendapat, nggak apa-apa. Perbedaan pendapat boleh di Kementerian Keuangan. Cuma ketika ada misinformasi seperti itu, itu kan meruntuhkan legacy pemerintah juga,” katanya menambahkan.
Baca juga: BI nilai kode etik pelaku pasar keuangan krusial demi kredibilitas
Adapun kursi kosong yang ditinggalkan dua pejabat sebelumnya, Purbaya telah menunjuk pelaksana harian (Plh), yaitu Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Ferry Ardianto sebagai Plh DJSEF serta Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Sudarto sebagai Plh Dirjen Anggaran.
Sebelumnya, Purbaya menjelaskan bakal menyeleksi kandidat untuk posisi strategis eselon I dan melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dia menargetkan akan mulai melaporkan nama-nama kandidat terpilih nantinya pada Mei 2026.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·