Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya implementasi Pasal 33 UUD 1945 merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk mencapai kemakmuran rakyat.
Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, menjelaskan Ekonomi Pancasila menempatkan negara, dunia usaha, koperasi, dan rakyat bersama-sama mewujudkan kemakmuran dengan memastikan yang kuat membantu yang lemah dan yang besar mengangkat yang kecil.
Di sisi lain, Menkeu menegaskan bahwa arahan Presiden mengenai birokrasi yang bersih, cepat, tertib, dan melayani menjadi panggilan bagi Kementerian Keuangan untuk terus memperkuat reformasi.
Selain itu juga untuk memperbaiki tata kelola, menyederhanakan proses, menjaga integritas, serta memastikan kebijakan negara benar-benar bekerja untuk rakyat.
Baca juga: Hoaks! Indonesia hentikan pakai dollar AS dan beralih gunakan mata uang China
Bendahara negara juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Setiap pegawai Kementerian Keuangan, kata dia, adalah penjaga wajah negara.
Pegawai Kementerian Keuangan harus melayani dengan baik untuk menunjukkan bahwa negara hadir dengan bermartabat.
Dia pun menggarisbawahi kepercayaan publik merupakan kehormatan yang harus dijaga oleh seluruh insan Kementerian Keuangan.
“Ketika kita menolak penyimpangan, negara hadir dengan integritas. Ketika kita mengawal APBN dengan cermat, negara hadir dengan tanggung jawab,” ujar Purbaya.
Baca juga: Menkeu tegaskan Pancasila jadi pedoman pengelolaan keuangan negara
Dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Menkeu mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam setiap keputusan dan tindakan, termasuk dalam mengelola keuangan negara.
Bagi Kementerian Keuangan, ujar Menkeu, Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan fiskal, pelayanan, pengawasan, dan setiap rupiah uang negara yang dikelola.
Ia pun menyerukan tiga komitmen utama yang harus terus dijaga oleh seluruh pegawai, yakni menjaga integritas, memperkuat pelayanan, dan merawat persatuan.
“Jaga integritas, perkuat pelayanan, dan rawat persatuan. Hilangkan ego sektoral. Perkuat gotong royong. Jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam setiap keputusan dan tindakan,” tuturnya.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·