Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah bukan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang memburuk.
Justru perekonomian domestik masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan.
"Tapi untuk saya sih ini (pelemahan rupiah) bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.
Menkeu menjelaskan dinamika pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global serta ekspektasi pasar.
Dari sisi Kementerian Keuangan, pihaknya akan terus berupaya meredam gangguan atau “noise” yang memicu persepsi negatif terhadap ekonomi Indonesia.
Baca juga: Purbaya: Pencopotan 2 dirjen bagian dari siklus rotasi
Baca juga: Menkeu Purbaya tegaskan tak berencana pajaki Selat Malaka
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif.
Kemudian, sejumlah isu yang sempat menimbulkan polemik, termasuk kebijakan pajak tertentu, juga telah dirapikan guna mengurangi ketidakpastian di pasar.
Lebih lanjut, Bendahara Negara itu menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar.
Menurut dia, sentimen negatif yang beredar bisa memperburuk persepsi terhadap rupiah, meski kondisi fundamental ekonomi tidak mengalami perubahan.
“Yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat (tumbuh) karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian. Terus ini kan juga terjadi 'noise' yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini tercatat menguat 57 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.229 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS.
Baca juga: Purbaya: Aturan baru tidak ubah total pajak kendaraan listrik
Baca juga: Purbaya buka peluang China terbitkan obligasi di Indonesia
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·