Purbaya minta pemda tidak terlalu banyak simpan uang di bank

1 jam yang lalu 1
tolong dipesankan ke daerah, jangan kebanyakan menaruh uang di perbankan karena dampak ke ekonominya menjadi tidak terlalu terasa

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah (Pemda) agar tidak terlalu banyak menyimpan dana di bank agar anggaran tersebut bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi masyarakat.

Sebab menurut dia, penggunaan anggaran daerah perlu dioptimalkan sehingga setiap rupiah yang disalurkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian.

“Tapi tolong dipesankan ke daerah, jangan kebanyakan menaruh uang di perbankan karena dampak ke ekonominya menjadi tidak terlalu terasa,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja (Raker) Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin.

Ia menekankan pemda perlu mempercepat eksekusi anggaran agar dana yang tersedia dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah.

“Harusnya mereka optimalkan uangnya. Setiap rupiah yang kita salurkan ke daerah dampaknya optimal ke perekonomian," kata dia.

Purbaya menyampaikan kondisi keuangan daerah hingga 31 Agustus 2026 relatif cukup baik, dengan dana yang tersimpan mencapai Rp195,2 triliun.

Baca juga: Purbaya siapkan Rp31,1 T untuk pengalihan status PPPK daerah ke pusat

Baca juga: Menkeu Purbaya bantah isu jual beli jabatan di Kemenkeu

Meski demikian, kondisi itu perlu diikuti dengan percepatan realisasi anggaran agar dana daerah bisa memberikan manfaat optimal bagi kualitas layanan publik.

Sementara itu, Purbaya menyampaikan alokasi TKD pada 2027 meningkat Rp42 triliun atau 6,06 persen dibandingkan pagu awal 2026. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan pada 2027 mencapai Rp735 triliun, naik dibandingkan Rp696,89 triliun pada 2026.

Ia menuturkan transfer ke daerah terus mengalami peningkatan. Selain melalui TKD, belanja pemerintah pusat yang manfaatnya dirasakan masyarakat di daerah juga meningkat.

“Belanja pusat yang menikmati masyarakat di daerah mengalami peningkatan menjadi Rp1.445 triliun atau naik sebesar Rp85 triliun. Tahun lalu dana itu hanya sekitar Rp1.300 triliun. Jadi ketika tahun lalu belanja atau belanja ke daerah dikurangi Rp200 triliun, sebenarnya belanja pusat yang menikmati daerah naik Rp400 triliun," jelas Purbaya.

"Tahun ini dinaikkan lagi sebesar Rp85 triliun. Jadi secara total nett-nya sebetulnya uang yang dibelanjakan di daerah tidak pernah berkurang," tambah dia.

Baca juga: Purbaya sebut pajak Juli tumbuh 23,7 persen, capai Rp1.224,3 triliun

Baca juga: Purbaya belum terima surat tambahan anggaran OIKN Rp15,8 triliun

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya