Seorang tentara tempur wanita muda Israel beristirahat setelah mengikuti latihan rintangan.
REPUBLIKA.CO.ID, NEGEV -- Puluhan prajurit Israel dilaporkan meninggalkan markas militer Sde Teiman di selatan Israel pada Kamis (30/7/2026) karena perselisihan dengan komandan senior seperti dilaporkan Jerusalem Post dilansir Anadolu. Para prajurit itu adalah anggota Batalion Sabar dari Brigade Givati.
"Menurut sumber di Brigade Givati, staf komando memutuskan untuk memindahkan dan menghancuekan simbol-simbol yang dipampang oleh anggota batalion," demikian laporan Jerusalem Post.
Diberitakan bahwa komandan batalion memaksa dan tetap menjalankan keputusannya meski ditentang oleh para prajuritnya. "Salah satu komandan menggunkan palu seberat 5 kilogram untuk menghancurkan simbol-simbol itu," kata seorang prajurit yang bertugas di unit itu kepada Walla.
Saat kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan, para prajurit meninggalkan unit mereka dan keluar dari markas militer. Sde Teiman, adalah sebuah markas militer di Gurun Megev, telah berulang kali menjadi subjek dari tuduhan penyiksaan warga Palestina yang ditangkap dari Jalur Gaza.
Media Israel dan Palestina dan juga kelompok pemerhati HAM telah mendokumentasikan beragam penyiksaan, pengabaian medis, dan kematian di Sde Teiman. Markas militer itu kerap dibandingkan dengan fasilitas tahanan AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
Menurut kelompok HAM Palestina, lebih dari 9.600 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israrl, termasuk 350 anak-anak dan 84 wanita.

2 jam yang lalu
5






English (US) ·
Indonesian (ID) ·