PPIH Arab Saudi Dampingi Lansia Sejak di Bandara Jeddah

4 jam yang lalu 1

Jeddah, NU Online
Komitmen pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia terus ditunjukkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di daerah kerja (Daker) Bandara. Pada fase kedatangan jamaah haji gelombang II di Bandara Internasional King Abdulaziz, pelayanan terhadap jamaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama agar mereka tetap nyaman menjalankan rangkaian ibadah.


Petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh jamaah mendapatkan pelayanan optimal sejak turun dari pesawat. Terlebih, sebagian besar jamaah telah mengenakan ihram dan bersiap melaksanakan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

Pada Sabtu (16/5/2026) dini hari waktu Arab Saudi, Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Aceh (BTJ 10) mendarat di Jeddah pukul 00.20 waktu Arab Saudi dengan membawa 390 jamaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 jamaah lansia membutuhkan penanganan khusus menggunakan kursi roda.

Kasektor 1 Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Miftachul Huda, mengatakan jumlah tersebut menjadi yang terbanyak selama operasional kedatangan jamaah haji Indonesia tahun ini, baik di Madinah maupun Jeddah.

“Selama ini rata-rata jamaah yang membutuhkan kursi roda dalam satu kloter berkisar 15 sampai 20 orang. Namun pada Kloter 10 Aceh ini mencapai 35 jamaah, sehingga menjadi jumlah terbanyak sejauh ini,” ujarnya di Bandara Jeddah.

Miftahul menegaskan, lonjakan jumlah jamaah yang membutuhkan bantuan tidak mengurangi kualitas pelayanan. Seluruh petugas Daker Bandara telah dipersiapkan untuk memberikan pendampingan secara maksimal, khususnya bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas.


Menurutnya, petugas tidak hanya membantu mobilitas jamaah, tetapi juga memastikan mereka tetap merasa aman, nyaman, dan mandiri selama proses perpindahan dari terminal menuju bus keberangkatan.

“Pelayanan terhadap jamaah lansia dan disabilitas menjadi perhatian utama kami. Mereka harus tetap merasa nyaman dan tenang, sehingga bisa fokus menjalankan ibadah sejak pertama tiba di Tanah Suci,” jelasnya.


Kesiapan petugas ini menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan jamaah, terutama saat kondisi fisik mereka membutuhkan perhatian ekstra setelah perjalanan panjang dari Indonesia menuju Arab Saudi.


Tak hanya di bandara, pelayanan berkelanjutan juga dipastikan melalui koordinasi intensif dengan petugas sektor di Makkah. Informasi terkait 35 jamaah yang membutuhkan kursi roda telah lebih dulu diteruskan sebelum rombongan bertolak menuju hotel.


Dengan demikian, setibanya di Makkah, petugas telah siap melanjutkan pendampingan hingga jamaah tiba di maktab maupun kamar hotel masing-masing.


“Kami sudah menyampaikan data lengkap kepada sektor Makkah agar pelayanan tetap berkesinambungan. Insya Allah, jamaah akan terus mendapatkan pendampingan sampai di tempat tujuan,” pungkasnya.


Sinergi antar-sektor ini menjadi bukti komitmen PPIH Arab Saudi dalam menghadirkan layanan haji ramah lansia dan disabilitas, sehingga seluruh jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman sejak menginjakkan kaki di tanah suci. (MCH 2026)

Baca Artikel Selengkapnya