PM Inggris Keir Starmer Diambang Mosi Tidak Percaya

1 hari yang lalu 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memperingatkan pada Rabu bahwa tantangan kepemimpinan terhadap dirinya akan menjerumuskan Partai Buruh ke dalam “kekacauan”, di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan penggantian dirinya setelah hasil buruk partai itu dalam pemilihan lokal pekan lalu.

Berbicara di tengah meningkatnya keresahan internal Partai Buruh, Starmer mendesak para menteri agar tidak memperkeruh situasi partai. Tantangan kepemimpinan pada Kamis “pasti akan melakukan itu”, kata Starmer seperti dikutip Sky News.

Peringatan tersebut muncul di tengah laporan media Inggris yang menyebut Menteri Kesehatan Wes Streeting tengah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dan meluncurkan tantangan kepemimpinan secepatnya pada Kamis pagi. Untuk maju dalam kontestasi itu, seorang kandidat membutuhkan dukungan dari 81 anggota parlemen Partai Buruh, termasuk dirinya sendiri.

Streeting terlihat memasuki Downing Street No. 10 pada Rabu pagi sebelum sidang parlemen dimulai, meski ia meninggalkan lokasi kurang dari 20 menit kemudian.

Tekanan terhadap Starmer terus meningkat sejak performa mengecewakan Partai Buruh dalam pemilihan lokal pekan lalu. Sejumlah menteri junior pemerintah mengundurkan diri pada Selasa, sementara beberapa anggota kabinet secara terbuka kembali menyatakan dukungan mereka kepada perdana menteri.

Di sisi lain, 11 serikat pekerja yang berafiliasi dengan Partai Buruh mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan partai untuk mulai mempersiapkan transisi kepemimpinan.

“Jelas bahwa Perdana Menteri tidak akan memimpin Partai Buruh menuju pemilihan berikutnya,” bunyi pernyataan tersebut, seraya menambahkan bahwa “pada titik tertentu, rencana harus disusun untuk pemilihan pemimpin baru.”

Sementara itu, Scottish National Party mengatakan akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap Starmer. Pemimpin SNP di Westminster, Dave Doogan menyebut “sirkus kepemimpinan tidak bisa berlanjut lebih lama lagi”.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya