Pemukim Yahudi Bakar Masjid di Tengah Peringatan Nakba

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Saat warga Palestina memperingati 78 tahun Nakba pada Jumat, kekerasan kembali meningkat di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Pemukim Yahudi Israel ilegal melancarkan serangan terhadap komunitas Palestina, sementara pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina di selatan Nablus.

Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan para pemukim ilegal Israel membakar sebuah masjid dan sejumlah kendaraan milik warga Palestina di desa Jibiya, barat laut Ramallah, pada Jumat dini hari.

Sumber-sumber lokal mengatakan kepada WAFA bahwa para pemukim memasuki desa sebelum fajar, lalu membakar masjid dan beberapa kendaraan. Mereka juga mencorat-coret dinding rumah warga Palestina dengan slogan-slogan rasis.

Serangan itu disebut menjadi bagian dari pola kekerasan yang lebih luas, di mana para pemukim Israel terus menyerang desa-desa Palestina dan merusak properti warga di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Dalam insiden terpisah, para pemukim ilegal Israel juga menyerang rumah-rumah warga Palestina di kota Al-Lubban al-Sharqiya, selatan Nablus.

Sumber keamanan yang dikutip WAFA menyebut para pemukim menyerang rumah-rumah yang berada di sepanjang jalan utama kota dan merusak sejumlah pintu rumah warga.

Warga setempat melaporkan suasana panik menyelimuti perempuan dan anak-anak ketika serangan berlangsung.

Kota tersebut selama ini kerap menjadi sasaran serangan karena berada di jalur utama yang digunakan para pemukim Israel untuk bepergian antarpemukiman ilegal di wilayah Tepi Barat.

Remaja Palestina Syahid

Beberapa jam kemudian, seorang remaja Palestina dilaporkan syahid ditembak pasukan Israel di kota yang sama. Menurut WAFA, Fahd Zeidan Oweis (16 tahun) ditembak tentara Israel di kawasan dekat Al-Lubban al-Sharqiya sebelum fajar pada Jumat.

Kantor berita Palestina itu juga melaporkan pasukan Israel menghalangi tim Bulan Sabit Merah Palestina untuk menjangkau remaja yang terluka tersebut.

Fahd kemudian dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya dilaporkan masih ditahan oleh pasukan pendudukan Israel.

Hingga kini, otoritas Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden penembakan tersebut.

Perkembangan pada Jumat itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi di seluruh wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki.

Sumber-sumber Palestina melaporkan meningkatnya operasi militer Israel, penangkapan, penembakan, serta penggunaan kekuatan bersenjata secara lebih luas, bersamaan dengan meningkatnya serangan para pemukim terhadap warga dan properti Palestina.

Menurut data resmi Palestina yang dikutip kantor berita Anadolu, operasi militer Israel dan serangan pemukim sejak Oktober 2023 telah menyebabkan 1.155 warga Palestina syahid, sekitar 11.750 lainnya terluka, serta hampir 22 ribu orang ditangkap.

Gelombang kekerasan itu terjadi ketika warga Palestina memperingati Nakba, yakni tragedi pengusiran massal rakyat Palestina saat berdirinya negara Israel pada 1948. Peringatan tersebut diperingati setiap 15 Mei oleh rakyat Palestina di berbagai penjuru dunia.

Baca Artikel Selengkapnya