Kapal Global Sumud Flotilla berlayar meninggalkan perairan Turki menuju perairan Internasional, Jumat (15/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS – Panitia Global Sumud Flotilla mengumumkan armada kemanusiaan menuju Gaza untuk sementara melakukan dua persinggahan teknis. Ini guna menangani sejumlah kebutuhan mendesak pada kapal-kapal mereka.
Dalam pernyataan resminya, tim komunikasi Global Sumud Flotilla menyebut penghentian sementara itu dilakukan untuk memperbaiki perangkat Starlink, mesin kapal, serta sistem rigging atau penyangga layar kapal.
Panitia menegaskan persinggahan tersebut hanya bersifat teknis dan tidak berkaitan dengan aktivitas lain di daratan.
“Secara hukum ini penting untuk ditegaskan, tidak ada seorang pun yang akan turun ke darat. Ini hanya persinggahan teknis singkat,” demikian pernyataan panitia.
Mereka menjelaskan armada dibagi menjadi dua kelompok selama proses perbaikan berlangsung.
Kelompok pertama terdiri atas kapal-kapal yang mengalami gangguan pada perangkat Starlink. Kapal-kapal tersebut bergerak bersama kapal taktis menuju perairan Yunani untuk melakukan perbaikan.
Sementara kelompok kedua, yang terdiri atas kapal-kapal lainnya, menuju perairan Turki untuk membantu perbaikan sistem rigging dan mesin kapal Girolama.
Panitia menyatakan seluruh perbaikan ditargetkan selesai pada akhir hari ini. Armada kemanusiaan itu dijadwalkan kembali melanjutkan pelayaran pada Sabtu siang waktu setempat sebelum bergabung kembali dalam perjalanan menuju Gaza.
Sementara jurnalis Republika Thoudy Badai yang menaiki kapal Ozgurluk melaporkan cuaca cerah mengiringi pelayaran Global Sumud. Kendati demikian, ombak di Laut Mediterania tergolong tinggi, membuat tak sedikit penumpang mabuk laut. Di kapal-kapal tersebut, diterapkan sistem jaga bergiliran untuk mengantisipasi pencegatan oleh Israel.
Global Sumud Flotilla merupakan armada solidaritas internasional yang membawa bantuan kemanusiaan dan dukungan politik bagi warga Palestina di Jalur Gaza di tengah blokade dan agresi Israel yang terus berlangsung.
Sekitar 500 relawan dalam 50-an kapal menyertai armada tersebut. Mereka bertolak dari Marmaris di Turki pada Kamis setelah kelompok sebelumnya, yang sempat dicegat pasukan Israel, tiba.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·