Pertamina Pride keluar Selat Hormuz, Kemlu: Bukti situasi membaik

1 jam yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa keberhasilan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz dengan selamat pada pekan ini mengisyaratkan situasi di kawasan yang semakin membaik.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mencatat bahwa kapal Pertamina Pride berhasil melewati Selat Hormuz pada Kamis (8/7) setelah kapal tanker pertama milik Pertamina lainnya yang tertahan di Selat Hormuz, Gamsunoro, berhasil keluar pada 24 Juni.

“Keberhasilan ini, setelah sebelumnya kapal Gamsunoro berhasil melintas dengan aman pada Juni, menunjukkan perkembangan di kawasan yang positif meski situasi dengan situasi yang sangat dinamis,” ucap Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Menurut Jubir Kemlu, selamatnya kapal Pertamina Pride saat melintasi Selat Hormuz adalah hasil koordinasi erat antara Kemlu RI, KBRI Teheran, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai operator kapal, khususnya dalam memastikan keselamatan kapal dan awaknya.

Keberhasilan tersebut juga merupakan buah dari dukungan dan komunikasi yang baik dengan otoritas terkait di Iran, kata dia.

Yvonne pun memastikan bahwa setelah keluar dari Selat Hormuz, kapal Pertamina Pride dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli.

Adapun dalam keterangannya, Kamis, Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita memastikan bahwa setelah berhasil keluar dari Selat Hormuz, kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride sudah melanjutkan pelayaran ke tanah air.

“Kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Vega.

Kapal Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB, kata dia.

Sama seperti Kapal Gamsunoro, pemilihan waktu dan rute Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat dengan mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari aspek operasional, keamanan, asuransi, dan kesiapan kru.

Vega menjelaskan seluruh awak kapal Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan selamat. Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah tersebut juga langsung melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk mengantarkan kargonya demi menjaga ketahanan energi nasional.

Baca juga: Kapal Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz

Baca juga: Selat Hormuz dibuka, dua kapal tanker Pertamina siap melintas keluar

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya