Permudah Layanan Haji, BPKH Apps Kini Hadirkan Fitur Baru E-Wallet hingga Tanya Jawab AI

1 jam yang lalu 3

Jakarta, NU Online 

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menghadirkan lima layanan baru dalam BPKH Apps untuk memudahkan masyarakat mempersiapkan perjalanan ibadah haji. Lima layanan tersebut mencakup kebutuhan transaksi digital, pengelolaan dana, informasi haji berbasis kecerdasan buatan, hingga layanan dana sosial Islam.

Lima fitur baru itu yakni e-Wallet Haji, Transfer, Dompet Haji, Tanya Haji, dan Islamic Social Fund. Seluruh layanan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kebutuhan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan haji ke dalam satu ekosistem digital.

Kelima layanan tersebut diperkenalkan dalam Soft Launching BPKH Apps bertajuk “Experience The New BPKH Apps, Your Digital Hajj Lifestyle Companion” di BJ Habibie Room, Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, pengembangan BPKH Apps tidak sekadar ditujukan untuk menghadirkan teknologi baru. Menurutnya, transformasi digital harus memberikan manfaat nyata dan memudahkan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji.

"Transformasi digital bagi BPKH bukan sekadar menghadirkan teknologi atau menambah layanan dalam sebuah aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji,” ujar Fadlul.

Lima layanan baru

Fitur e-Wallet Haji memungkinkan pengguna memanfaatkan saldo untuk mendukung kebutuhan transaksi, termasuk melakukan top up. Sementara layanan Transfer dapat digunakan untuk mengirim dana ke rekening bank dalam negeri dengan biaya Rp1.500 per transaksi.

Adapun Dompet Haji terhubung dengan tabungan bank syariah yang dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi. Layanan ini menjadi salah satu upaya BPKH untuk mengintegrasikan kebutuhan finansial masyarakat dalam satu ekosistem digital.

BPKH Apps juga menghadirkan Tanya Haji yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Melalui layanan tersebut, pengguna dapat mengajukan pertanyaan seputar haji dan memperoleh jawaban beserta sumber informasi yang tersedia.

Sementara itu, Islamic Social Fund memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memilih dan melakukan transaksi wakaf melalui program yang dikelola Baitul Mal Muamalat dan Harika Foundation sebagai nazhir.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan, pengembangan aplikasi tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi kepada masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan haji.

"Kami ingin BPKH Apps hadir bukan hanya sebagai aplikasi untuk melihat informasi haji, tetapi sebagai teman perjalanan digital masyarakat. Mulai dari mengetahui estimasi keberangkatan, melihat informasi portofolio keuangan haji, memenuhi kebutuhan transaksi, hingga mendapatkan informasi seputar haji, semuanya kami upayakan semakin mudah diakses dalam satu ekosistem,” ujar Harry.

Menurut Harry, akses informasi menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan haji. Karena itu, BPKH Apps dikembangkan agar masyarakat dapat memperoleh informasi, layanan finansial, dan kebutuhan pendukung lainnya secara lebih praktis.

Sebelum diperkenalkan secara lebih luas, BPKH Apps telah melalui uji coba terbatas dengan melibatkan mitra BPS-BPIH, mitra strategis BPKH Apps, serta calon jamaah haji. Uji coba tersebut dilakukan untuk memperoleh masukan langsung dari pengguna dan memastikan layanan dapat memberikan pengalaman yang mudah dan praktis.

Masukan dari pengguna dan mitra selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum aplikasi diluncurkan secara lebih luas kepada masyarakat.

"Pada akhirnya, teknologi hanyalah sarana. Tujuan utamanya adalah memberikan kemudahan dan kemaslahatan. Kami berharap BPKH Apps dapat menjadi bagian dari setiap langkah masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan menuju haji,” tandas Harry.

Baca Artikel Selengkapnya