Perdana, RUPSLB BEI setujui bagikan dividen Rp1,56 triliun

1 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pembagian dividen tunai khusus senilai Rp1,564 triliun kepada pemegang saham, yang menjadi pertama kalinya dilakukan sepanjang sejarah.

Direktur Utama, BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan nilai dividen yang akan dibagikan tersebut setara dengan Rp17 miliar per saham.

“Secara aklamasi, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan perseroan untuk digunakan sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan sebesar Rp2 triliun, serta pembagian dividen tunai khusus dengan total nilai sebesar Rp1,564 triliun,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers seusai menggelar RUPSLB di Main Hall, BEI, Jakarta, Rabu.

Jeffrey menjelaskan, pembagian dividen khusus tersebut diberikan kepada pemegang saham yang berhak sesuai Daftar Pemegang Saham perseroan pada 27 Oktober 2026.

Baca juga: BEI: Dikecualikannya saham HSC dari IHSG tak kurangi total market cap

Pembagian dividen tersebut merupakan agenda kedua dalam RUPSLB, yang mana pemegang saham juga menyetujui penggunaan saldo laba ditahan untuk dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan sesuai ketentuan Pasal 26 ayat (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026.

Adapun, RUPSLB BEI secara rinci yaitu, agenda pertama menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka Demutualisasi BEI yang mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek.

Jeffrey mengatakan perubahan anggaran dasar akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta persetujuan atau penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia.

Kemudian, agenda ketiga menyangkut persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BEI untuk tahun buku 2027.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya