Indofarma perkuat hilirisasi biodiversitas lewat teknologi dan riset

44 menit yang lalu 3
Potensi ini perlu kita eksplorasi melalui riset ilmiah, inovasi teknologi dan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, institusi penelitian dan industri

Jakarta (ANTARA) - PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) memperkuat hilirisasi biodiversitas menjadi bahan baku dan produk obat berbasis alam, melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan kolaborasi riset dengan berbagai pihak.

Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing mengatakan bahwa kekayaan alam Indonesia perlu dieksplorasi secara lebih terarah melalui riset yang berkelanjutan dan kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, serta institusi penelitian.

“Indonesia dianugerahi kekayaan biodiversitas yang luar biasa, termasuk berbagai tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat berbasis alam. Potensi ini perlu kita eksplorasi melalui riset ilmiah, inovasi teknologi dan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, institusi penelitian dan industri,” ujar Sahat sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Menurut Sahat, tantangannya bukan hanya menemukan potensi bahan alam, namun juga memastikan hasil riset dapat dihilirisasi menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, memenuhi ketentuan regulasi, serta memiliki nilai ekonomi bagi Indonesia.

Sebagai upaya mendukung upaya hilirisasi riset, Sahat mengatakan Indofarma memiliki kapasitas ekstraksi bahan alam serta fasilitas produksi obat tradisional yang telah tersertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Baca juga: Indofarma terus koordinasi soal suntikan modal dengan Danantara

Baca juga: Indofarma optimistis cetak laba meski tertekan penguatan dolar AS

Ia melanjutkan kapabilitas tersebut menjadi modal penting untuk mendukung pengolahan bahan alam, mulai dari ekstraksi hingga pengembangan produk jadi dalam bentuk jamu dan, sesuai pemenuhan persyaratan pengembangan serta registrasi, Obat Herbal Terstandar dan fitofarmaka.

“Kesiapan fasilitas industri ini diharapkan dapat menjembatani hasil penelitian dengan proses pengembangan produk yang memenuhi standar mutu dan ketentuan regulasi,” ujar Sahat.

Indofarma telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Danantara Development Management Fund, Institut Teknologi Bandung (ITB), serta PT EBM Saintifik dan Teknologi, mengenai penjajakan kerja sama hilirisasi riset tanaman obat yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi.

Sahat berharap kerja sama tersebut menjadi landasan bagi sinergi antarpihak dalam mengembangkan hasil penelitian, mengevaluasi potensi teknologi pengolahan, menjajaki peluang pendanaan dan investasi.

Selain itu, juga mendorong pengembangan produk berbasis alam hingga tahap komersialisasi sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing pihak.

Seiring dengan itu, Sahat mengajak seluruh stakeholder mendefinisikan kembali masa depan kesehatan dunia melalui kekuatan obat bahan alam Indonesia.

Baca juga: Indofarma siap lanjutkan upaya restrukturisasi di 2026

Baca juga: Indofarma pastikan restrukturisasi tidak ganggu operasional perusahaan

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya