Perahu Migran Tenggelam di Lepas Pantai Senegal, 21 Tewas

16 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 21 orang tewas dalam insiden perahu tenggelam di lepas pantai barat laut Senegal. Hingga Sabtu malam, pihak berwenang menyebut jumlah korban masih bersifat sementara sebab proses pencarian masih berlanjut.

Kementerian Dalam Negeri Senegal menyatakan hanya satu orang yang berhasil diselamatkan, sementara 21 jenazah telah ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, jumlah korban masih terbilang sementara. Sementara proses pencarian dilanjutkan, pihak berwenang memberikan bantuan pada keluarga para korban.

Insiden ini, menurut laporan media, melibatkan perahu jenis pirogue atau perahu dengan dasar datar. Pada Sabtu (7/11) perahu terbalik di dekat bukit pasir Loumpoul, wilayah Kebemer, antara Dakar dan kota Saint-Louis di bagian utara.

Seperti dilaporkan AFP, surat kabar Le Soleil menyebut sebagian besar korban berasal dari distrik Leona dan Thieppe di wilayah yang sama.

Peristiwa ini pun menambah daftar panjang ribuan orang yang tewas dalam beberapa tahun terakhir saat berupaya mencapai Kepulauan Canary, Spanyol dari Afrika Barat.

Setiap tahun, ribuan orang dari Afrika Barat berupaya mencapai Eropa lewat rute Atlantik yang penuh bahaya. Pihak berwenang Senegal menyatakan telah mencegat 142 migran pada Jumat (6/11). Mereka menggunakan perhau kecil serupa dengan tujuan ke Spanyol.

Kemudian pada Sabtu, dalam pernyataanya, Kementerian Dalam Negeri Senegal mengaku bertekad "untuk memerangi jaringan penyelundupan manusia, terutama melalui penguatan kerja sama dengan negara-negara tetangga".

Sementara itu, otoritas Spanyol di Pulau El Hierro, Kepulauan Canary menetapkan status darurat pada Sabtu menyusul lonjakan kedatangan perahu migran.

Sejak awal November tercatat lebih dari 3.300 orang telah tiba menggunakan 30 perahu.

(els)

Baca Artikel Selengkapnya