Jakarta, NU Online
Umat Islam telah memasuki bulan Safar 1448 H sejak Kamis (16/7/2026) lalu. Masih banyak orang yang kerap menganggap dan meyakini bulan kedua dalam kalender Hijriah ini sebagai bulan sial yang memuat banyak musibah.
Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H), dalam kitabnya yang berjudul Lathâiful Ma’ârif, menulis bahwa bulan Safar dan bulan lainnya tidak memiliki perbedaan sama sekali. Sebagaimana bulan lain, bulan Safar bisa saja memuat keburukan, tetapi juga punya potensi mengandung peristiwa kebaikan. Artinya, setiap individu tidak boleh meyakini bulan Safar sebagai bulan yang sarat akan keburukan dan musibah.
“Adapun mengkhususkan kesialan dengan suatu zaman tertentu bukan zaman yang lain, seperti (mengkhususkan) bulan Safar atau bulan lainnya, maka hal ini tidak benar,” tulis Ustadz Sunnatullah mengutip Ibnu Rajab al-Hanbali, sebagaimana dilansir NU Online dalam tulisan berjudul Bulan Safar: Latar Belakang Nama dan Mitos Kesialan di Dalamnya, dikutip pada Jumat (22/7/2026).
Ibnu Rajab tidak membenarkan keyakinan demikian mengingat bulan, waktu, zaman, dan tahun merupakan makhluk Allah swt, yang di dalamnya bisa saja terjadi suatu kesialan, bencana, dan musibah. Karenanya, jika musibah hanya dikhususkan pada bulan Safar dan meniadakannya pada bulan-bulan lainnya merupakan hal yang tak logis.
Lebih lanjut, Ibnu Rajab menegaskan bahwa barometer dari baik dan tidaknya suatu zaman tidak dilihat dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalamnya. Semua zaman yang di dalamnya semua seorang Mu'min menyibukkan diri dengan kebaikan, maka zaman tersebut adalah zaman yang diberkahi. Sebaliknya, penyebab suatu zaman tidak diberkahi oleh Allah swt adalah dikarenakan banyaknya kemaksiatan yang dilakukan manusia.
Oleh karena itu, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Bangkalan, Jawa Timur itu menegaskan bahwa tak aneh jika Ibnu Rajab menolak anggapan atau keyakinan bahwa bulan Safar sebagai bulan kesialan yang dipenuhi dengan musibah dan keburukan.
Sebagai bukti Safar bukan bulan sial, Habib Abu Bakar Al-Adni dalam kitabnya yang berjudul Mandzûmatu Syarhil Atsar fî Mâ warada ‘an Syahri Shafar, menyebut sejumlah bukti peristiwa penting yang terjadi di masa Rasulullah saw.
- Rasulullah saw melangsungkan pernikahan dengan Sayyidah Khadijah pada bulan Safar;
- Pernikahan antara Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah az-Zahra juga di bulan Safar;
- Hijrah Rasulullah saw dari Makkah ke Madinah bertepatan dengan bulan Safar;
- perang pertama, yaitu perang Abwa terjadi pada bulan Safar, di mana umat Islam jusrtu mendapatkan kemenangan telak atas kaum kafir; dan
- pada bulan Safar juga terjadi peperangan hebat yaitu perang Khaibar, dan kemenangan diraih oleh umat Islam.

1 jam yang lalu
4




English (US) ·
Indonesian (ID) ·