Pengamat proyeksikan IHSG di kisaran 7.000-8.000 pada semester II 2026

2 minggu yang lalu 13

Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar modal Elandry Pratama memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran level 7.000 sampai 8.000 pada semester II 2026.

"Dengan asumsi kondisi global tidak mengalami guncangan signifikan dan capital flow (arus dana asing) tetap terjaga," ujar Elandry saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Senin.

Elandry memproyeksikan pasar saham Indonesia masih berpotensi bergerak positif, dengan volatilitas tetap tinggi pada semester II 2026.

"Prospek penurunan suku bunga global, stabilitas inflasi domestik, serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi faktor yang menopang market sentiment," ujar Elandry.

Namun demikian, ia melanjutkan pergerakan IHSG kemungkinan tidak akan berlangsung secara linier, karena investor masih akan mencermati perkembangan kebijakan perdagangan global, dan arah kebijakan bank sentral utama.

"Serta dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi risk appetite (selera risiko) dan capital flow (arus modal)," ujar Elandry.

Dari sisi global, ia menjelaskan perhatian investor akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Fed, perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS), negosiasi kebijakan tarif perdagangan, dan kondisi ekonomi China.

"Serta tensi geopolitik yang dapat mempengaruhi arus modal ke negara berkembang," ujar Elandry.

Dari dalam negeri, ia menyebut sentimen utama berasal dari keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja pemerintah, stabilitas nilai tukar (kurs) rupiah, data inflasi, dan kinerja laba emiten

"Serta konsistensi kebijakan pemerintah yang diharapkan semakin mendukung iklim investasi, menjaga kepastian regulasi, dan mendorong aktivitas dunia usaha, sehingga dapat meningkatkan liquidity dan kepercayaan investor," ujar Elandry.

Sementara itu, untuk nilai tukar rupiah, Elandry memproyeksikan akan berada di kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS hingga akhir 2026.

"Didukung oleh fundamental domestik yang relatif stabil meski tetap sensitif terhadap pergerakan dolar AS," ujar Elandry.

Hingga penutupan perdagangan Senin sore, IHSG secara tahun kalender atau year to date (ytd) telah mengalami penurunan 2.730,87 poin atau 31,58 persen ke posisi 5.916,07.

Sementara data perdagangan pada Senin, IHSG ditutup menguat 40,29 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,70 poin atau 0,46 persen ke posisi 584,48.

Baca juga: IHSG menguat, investor nantikan risalah The Fed dan cadev domestik

Baca juga: IHSG menguat seiring optimisme pasar atas sikap "dovish" The Fed

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 17,50 poin ke posisi 5.893

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya