Pemkot Cirebon gencarkan kampanye QRIS lewat ajang lari

1 jam yang lalu 3

Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan kampanye penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui ajang lari yang memadukan olahraga dengan pengenalan transaksi digital kepada masyarakat.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Selasa, mengatakan ajang bertajuk Cirebon QRIS Run 2026 menjadi sarana untuk mengenalkan penggunaan QRIS dalam aktivitas pembayaran sehari-hari sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

"Ini kegiatan yang sangat positif. Masyarakat bisa berolahraga sekaligus mendapatkan pemahaman tentang penggunaan QRIS," katanya.

Menurut dia, pengenalan QRIS perlu dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat agar penggunaan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.

Ia mengatakan pemanfaatan QRIS juga berkaitan dengan perkembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), karena metode pembayaran tersebut memberikan pilihan transaksi yang praktis bagi konsumen.

"Kita ingin kegiatan yang melibatkan masyarakat bisa terus berjalan dan memberikan dampak, termasuk bagi UMKM kita," ujarnya.

Baca juga: BI Jabar kenalkan QRIS Tap permudah transaksi digital masyarakat

Baca juga: BI: Transaksi QRIS di Jawa Barat tertinggi di Indonesia

Ia menilai kolaborasi antara Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia (BI) dalam kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam mendorong masyarakat beralih ke transaksi yang lebih praktis melalui sistem pembayaran digital.

Ia menyampaikan ajang tersebut dilaksanakan pada Minggu (16/8), yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

“Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Tri Karsa Festival 2026 yang berlangsung pada 14-17 Agustus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan Cirebon QRIS Run merupakan kegiatan lari perdana yang diselenggarakan pihaknya untuk memperkenalkan QRIS kepada masyarakat secara lebih luas.

Ia menjelaskan QRIS memiliki tagline CeMuMuAH yang berarti cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Karakteristik tersebut membuat QRIS dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi masyarakat.

Wihujeng menyebutkan penggunaan QRIS di wilayah Ciayumajakuning terus menunjukkan perkembangan positif, yakni hingga Juni 2026 tercatat nominal transaksi QRIS mencapai Rp15,06 triliun atau tumbuh 284 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Capaian ini luar biasa. Kami tentu berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan QRIS dalam bertransaksi, termasuk ketika berbelanja di UMKM," ujarnya.

Baca juga: BI perluas kebijakan MDR QRIS 0 persen untuk pelaku UMKM

Baca juga: Visa: Pembayaran digital makin terintegrasi dalam pengalaman konsumen

Baca juga: BI imbangi digitalisasi pembayaran dengan literasi, lindungi konsumen

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya