Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) di sektor makanan dan minuman mencapai Rp20,95 miliar pada triwulan kedua pada 2026.
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon Fahmi Sudjati di Cirebon, Senin, mengatakan realisasi tersebut telah melampaui akumulasi target penerimaan PBJT makanan dan minuman pada periode tersebut sebesar Rp20,35 miliar.
“Kalau melihat capaian sampai triwulan kedua, penerimaan PBJT makanan dan minuman memang sudah melampaui target yang ditetapkan pada masing-masing triwulan,” katanya.
Pada triwulan pertama, kata dia, penerimaan PBJT makanan dan minuman tercatat Rp10,19 miliar atau lebih tinggi dari target Rp9,95 miliar yang ditetapkan untuk periode tersebut.
Ia menyebutkan untuk triwulan kedua, realisasi penerimaan mencapai Rp10,75 miliar dari target sebesar Rp10,39 miliar.
“Dengan capaian tersebut, penerimaan pada semester pertama 2026 berada sekitar Rp600 juta di atas target kumulatif yang telah ditetapkan,” katanya.
Fahmi mengatakan penerimaan pajak daerah memiliki pola yang berbeda-beda, sehingga perkembangan setiap jenis pajak tidak selalu dapat diproyeksikan dengan pola serupa.
Untuk PBJT makanan dan minuman, pihaknya masih menetapkan target penerimaan sebesar Rp11,258 miliar pada triwulan berikutnya di tahun 2026.
Ia mengatakan selain mengoptimalkan penerimaan dari wajib pajak yang telah terdaftar, pemerintah daerah pun memperluas basis wajib pajak sektor makanan dan minuman.
Pihaknya mendata jumlah wajib pajak di sektor tersebut, tercatat meningkat dari 358 pada 2025 menjadi 418 wajib pajak pada 2026.
Fahmi mengatakan perluasan basis tersebut tetap mempertimbangkan kondisi pelaku usaha, sehingga penambahan wajib pajak tidak dilakukan dengan mengabaikan kemampuan usaha masyarakat.
“Tidak langsung semua kena pajak, tetapi dilihat dulu kemampuan dan kondisi usahanya,” katanya.
Secara keseluruhan, pihaknya menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp601,87 miliar, dengan realisasi hingga 8 September 2026 mencapai Rp375,54 miliar.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·