Jakarta, CNN Indonesia --
Taipan sekaligus pemimpin pertama Hong Kong, Tung Chee Hwa, meninggal dunia dalam usia 89 tahun pada Rabu (9/9) dini hari waktu setempat.
Kepala eksekutif pertama Hong Kong yang dipilih pemerintah China itu menghadapi berbagai tantangan ketika menjabat mulai dari krisis moneter, aksi protes besar-besaran, hingga wabah SARS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan lembaga penyiaran resmi Hong Kong, RTHK, melaporkan Tung meninggal dengan tenang, dikelilingi orang-orang terkasihnya.
"Tung Chee Hwa adalah sosok yang lurus dan bersih, mengabdikan dirinya kepada negara dan rakyatnya, serta berdedikasi pada pekerjaannya. Karakter luhur dan integritasnya akan selamanya hidup dalam hati kami," bunyi laporan RTHK mengutip pernyataan dari kantor Tung.
Tung merupakan pemimpin lokal pertama Hong Kong setelah penyerahan kedaulatan kota tersebut dari pemerintahan kolonial Inggris kepada Beijing pada 1997. Ia memimpin Hong Kong hingga mengundurkan diri pada 2005 dengan alasan masalah kesehatan.
Media lokal melaporkan bahwa kondisi kesehatan mantan politikus tersebut memburuk dalam beberapa tahun terakhir setelah ia menjalani operasi pada 2021. Sejak saat itu, ia jarang muncul di hadapan publik.
Pemerintahan Tung berperan penting dalam pembangunan sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk taman hiburan Disneyland dan taman teknologi Cyberport.
Tung mengundurkan diri sebagai pemimpin Hong Kong pada Maret 2005, dengan alasan masalah kesehatan, di tengah masa jabatan keduanya. Beberapa bulan sebelumnya, Tung terus mendapatkan kritikan termasuk kritik terbuka dari Presiden China saat itu, Hu Jintao, karena dinilai buruk dalam menjalankan pemerintahan.
Namun, setelah meninggalkan jabatan tertinggi di Hong Kong, Tung tetap menjadi politikus berpengaruh di kota tersebut dan penasihat penting bagi Beijing selama bertahun-tahun.
Setelah mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif, ia ditunjuk sebagai wakil ketua Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC), badan penasihat politik tertinggi China. Jabatan tersebut diembannya selama 18 tahun hingga mengundurkan diri pada awal 2023.
Pada 2008, ia mendirikan China-United States Exchange Foundation, organisasi nirlaba yang berbasis di Hong Kong untuk mendorong pemahaman yang lebih baik antara kedua negara.
Pada 2014, Tung juga mendirikan lembaga pemikir lokal Our Hong Kong Foundation dan menjabat sebagai ketuanya selama sembilan tahun hingga akhir 2023, di tengah kekhawatiran yang semakin besar mengenai kondisi kesehatannya.
Menurut situs webnya, yayasan tersebut bertujuan berkontribusi pada kemakmuran dan stabilitas Hong Kong serta pembangunan berkelanjutannya berdasarkan prinsip "satu negara, dua sistem". Prinsip tersebut merujuk pada kerangka yang dijanjikan Beijing kepada Hong Kong, yang memberikan tingkat otonomi tinggi sehingga kota tersebut dapat mempertahankan sistemnya sendiri yang berbeda dari China daratan.
Darah pengusaha
Tung lahir di Shanghai pada 29 Mei 1937 sebagai anak sulung taipan pelayaran Tung Chao Yung, pendiri Orient Overseas, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di Hong Kong.
Ia memiliki satu saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan.
Keluarganya pindah ke Hong Kong ketika ia berusia 11 tahun. Saat menginjak akhir masa remajanya, ia dikirim untuk belajar di Inggris dan meraih gelar Bachelor of Science di bidang teknik kelautan dari University of Liverpool.
Ia kemudian bekerja selama sembilan tahun di Amerika Serikat sebelum kembali ke Hong Kong pada 1969 untuk membantu menjalankan bisnis keluarganya.
Setelah ayahnya meninggal pada 1982, Tung mengambil alih kendali Orient Overseas.
Ia memimpin perusahaan tersebut selama 14 tahun sebelum mengundurkan diri pada 1996 untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala eksekutif pertama Hong Kong. Dalam pemilihan itu, ia mengalahkan dua pesaingnya-mantan ketua Mahkamah Agung Yang Ti Ling dan taipan Peter Woo-dengan meraih 320 suara dari 400 anggota komite pemilihan.
"Saya memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai kepala eksekutif karena merasa memiliki tanggung jawab. Ayah saya selalu mengajarkan saya untuk melakukan hal-hal yang bermakna dan bangga menjadi orang China," kata Tung saat itu.
Ia kembali terpilih untuk periode kedua sebagai pemimpin Hong Kong pada 2002.
(rds)

10 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·