Pemerintah sisir data calon penerima program rekening massal

1 minggu yang lalu 20

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah saat ini tengah menyisir data calon penerima program penyediaan rekening massal dari berbagai kelompok masyarakat.

Calon penerima diprioritaskan termasuk dalam ketegori desil 1-4. Pencocokan data dari lintas kementerian dan lembaga (K/L) itu dilakukan guna mengidentifikasi warga yang memenuhi kriteria penerima rekening sekaligus subsidi saldo awal Rp50.000.

Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo dalam konferensi pers Financial Health Pathways Forum di Jakarta, Kamis, menjelaskan pendataan dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah kelompok masyarakat, antara lain pelajar berusia 17 tahun ke atas, siswa madrasah dan pesantren, hingga kelompok perempuan.

"Karena saldo awal ini menggunakan uang rakyat, pakai APBN, maka yang berhak untuk mendapatkan subsidi saldo awal itu adalah di segmen 1-4 desilnya. Nah, oleh karena itu kami sedang melakukan overlay di data," ujar Erdiriyo.

Untuk kelompok pelajar, pemerintah mencocokkan data Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) guna mengidentifikasi pelajar yang belum memiliki rekening bank.

Sementara itu, pendataan kelompok perempuan dilakukan melalui pencocokan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Ada tiga klaster utama yang diidentifikasi, yakni peserta keluarga berencana (KB), perempuan kepala keluarga, serta perempuan yang menjadi orang tua tunggal (single parent).

Pemerintah juga menyisir data calon penerima dari kalangan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), termasuk dengan mencocokkan data anggota koperasi.

Adapun pendataan di lingkungan pendidikan Kementerian Agama mencakup siswa madrasah dan santri pesantren dengan mempertimbangkan jenjang pendidikan.

“Kementerian Agama ini ada dua kelompok. Ada kelompok sekolah madrasah, ada yang kelompok pesantren. Nah, di pesantren ini juga ada tingkat-tingkatannya. Nah, ini kita sedang menyisir semua,” kata Erdiriyo.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menyiapkan subsidi saldo awal sebesar Rp50.000 per orang bagi calon penerima yang memenuhi persyaratan.

Menurut Erdiriyo, masyarakat di luar kelompok desil tersebut tidak berhak menerima subsidi karena anggaran yang digunakan bersumber dari uang negara.

Saat ini, ia mencatat ada sekitar 47,5 juta penduduk belum memiliki rekening bank.

“Ini bertahap. Sekarang yang belum punya akun (rekening) itu sekitar 47,5 juta (penduduk),” jelasnya.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk mendukung program penyediaan rekening secara massal melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank, sekaligus memperkuat inklusi dan literasi keuangan nasional.

Baca juga: Soal rekening massal, Airlangga sebut 74 juta orang belum punya akun

Baca juga: Airlangga sebut program rekening gratis belum dimulai tahun ini

Baca juga: OJK: Pembukaan rekening massal strategis untuk keberlanjutan literasi

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya