Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah tengah menyiapkan skema kerja fleksibel berupa work from home (WFH) sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak.
"Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, dimana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home," ujar Airlangga dalam pernyataan pers usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore.
Airlangga menjelaskan kebijakan tersebut dirancang dengan memberikan fleksibilitas satu hari WFH dalam lima hari kerja. Skema ini tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga meliputi sektor swasta dan pemerintah daerah.
Menurut Airlangga, kebijakan ini masih dalam tahap penyusunan teknis dan akan diumumkan lebih lanjut kepada publik setelah konsepnya matang.
Adapun rencana penerapannya akan dilakukan setelah Lebaran dengan waktu pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian.
"Setelah Lebaran, tapi nanti akan kita tentukan waktunya," ucap dia.
Lebih lanjut dia menyebutkan durasi penerapan WFH akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi, termasuk harga minyak dan kondisi global.
"Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya," kata Airlangga.
Airlangga menambahkan Presiden Prabowo memberikan tanggapan positif terhadap rencana WFH karena dinilai dapat mendorong penghematan, terutama dari sisi penggunaan bahan bakar akibat berkurangnya mobilitas.
Penghematan tersebut diperkirakan mencapai sekitar seperlima dari konsumsi yang biasa dikeluarkan.
"(Respons Presiden) baik karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
"Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Baca juga: Pemerintah sebut efisiensi K/L jaga defisit APBN di bawah 3 persen
Baca juga: Mendiktisaintek: Presiden minta kajian cepat efisiensi penggunaan BBM
Baca juga: Menkeu bakal tetapkan persentase pemotongan anggaran kementerian
Baca juga: Menkeu: MBG libur selama Idul Fitri, hemat anggaran
Baca juga: Prabowo panggil Airlangga hingga Purbaya ke Istana bahas efisiensi
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·