Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana senilai Rp15 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada 21 April 2026.
Dikutip dari keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, total penawaran masuk yang tercatat pada lelang kali ini mencapai Rp33,55 triliun.
Serapan terbesar berasal dari instrumen green sukuk yaitu seri PBSG002 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp4 triliun dari penawaran masuk Rp4,15 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 6,46882 persen dengan jatuh tempo 15 Oktober 2033.
Serapan berikutnya berasal dari seri SPNS03022027 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp2 triliun dari penawaran masuk Rp4,39 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,46000 persen dengan jatuh tempo 3 Februari 2027.
Selanjutnya, pemerintah menyerap dana senilai Rp1,95 triliun dari seri PBS030 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp5,19 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,91945 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2028.
Dari seri PBS040 (pembukaan kembali), diserap dana sebesar Rp1,85 triliun dari penawaran masuk Rp2,38 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,09874 persen dengan jatuh tempo 15 November 2030.
Untuk seri PBS034 (pembukaan kembali), pemerintah memenangkan dana sebesar Rp1,75 triliun dari penawaran masuk Rp3,15 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,55991 persen dengan jatuh tempo 15 Juni 2039.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·