Denpasar (ANTARA) - Pemerintah telah menyalurkan Rp10,82 triliun kredit program prioritas di Bali hingga triwulan III-2026 untuk mendukung geliat perekonomian daerah.
“Realisasi itu meningkat hampir 35 persen secara tahunan,” kata Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Bali Arinto Setyo Mulyawan di Denpasar, Senin.
Kredit program prioritas pemerintah itu mencakup kredit usaha rakyat (KUR), kredit program perumahan (KPP), pembiayaan ultra mikro dan kredit usaha alat sistem pertanian.
Penyaluran kredit itu diserap oleh 119.835 orang debitur yang naik 5,46 persen secara tahunan.
Baca juga: Pemerintah anggarkan Rp2,6 T buat subsidi PNM Mekaar bunga 8 persen
Adapun nilai penyaluran tertinggi sebesar Rp1,89 triliun kepada 15.360 debitur ada di Kota Denpasar.
Sedangkan jumlah debitur terbanyak ada di Kabupaten Buleleng mencapai 21.713 debitur yang mengakses kredit sebesar total Rp1,29 triliun.
Apabila dirinci, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali dan Nusa Tenggara itu menambahkan nominal penyaluran kredit prioritas program pemerintah yang juga tergolong besar yaitu di Kabupaten Gianyar mencapai Rp1,54 triliun kepada 15.203 debitur.
Selanjutnya, di Kabupaten Badung sebesar Rp1,59 triliun kepada 13.406 debitur, Kabupaten Tabanan sebesar Rp1,28 triliun kepada 14.023 debitur dan kabupaten Karangasem sebesar Rp1,12 triliun kepada 14.133 debitur.
Baca juga: PKP catat realisasi KUR perumahan per 31 Oktober capai Rp29,1 triliun
Berdasarkan jenis penyaluran per sektor, perdagangan besar dan eceran mendominasi kucuran kredit prioritas, disusul pertanian, jasa kemasyarakatan, sosial, budaya dan hiburan, kemudian industri pengolahan serta penyediaan akomodasi dan makanan minum (pariwisata).
Dukungan fiskal pemerintah itu turut berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali yang pada triwulan II-2026 masih di kisaran positif yaitu 5,78 persen.
Meski masih berada dalam rentang optimis, namun realisasi pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dari periode sama 2025 mencapai 5,95 persen.
Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Bali menghitung pertumbuhan ekonomi Bali diproyeksikan mencapai 5,9 persen pada 2026.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·