Pemerintah pastikan pacu penanganan gempa NTT dan karhutla Kalimantan

32 menit yang lalu 1
Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus, perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut.

Tangerang Selatan (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah terus mengawal perkembangan dan melakukan percepatan penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

“Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) sudah ke sana (NTT). Sementara (karhutla), dari Menko PM (Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar), Mendagri (Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian), dan Menteri Keuangan sudah mengikuti perkembangan yang ada,” kata Menko Airlangga saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Jumat.

Menko Airlangga sebelumnya mengatakan bahwa karhutla yang terjadi di Kalimantan mengganggu kegiatan ekonomi di wilayah terdampak.

“Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus, perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut,” kata Airlangga.

Pemerintah, katanya lagi, saat ini tengah fokus menangani karhutla, terutama karena Indonesia mulai mengalami fenomena El Nino yang rentan meningkatkan risiko kebakaran akibat kondisi yang lebih kering.

Adapun pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan di wilayah Kalimantan, sekaligus menambah sumber air melalui pembangunan dan pengaktifan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.

Penguatan penanganan tersebut difokuskan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dengan menggabungkan patroli, pemantauan titik panas, pemadaman, pembasahan, hingga pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Sementara itu, sebelumnya Menkeu menyebut pemerintah sudah menyalurkan dana senilai Rp44 miliar untuk penanganan bencana di wilayah terdampak gempa bumi di NTT.

Ia juga mengatakan pemerintah masih membuka ruang penambahan anggaran sesuai hasil evaluasi terhadap perkembangan kondisi dan kecukupan dana untuk kebutuhan di lapangan.

Menkeu memastikan dana bantuan Rp44 miliar untuk penanganan darurat bencana di NTT bukan anggaran baru, melainkan bagian dari anggaran tanggap darurat yang telah ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah pada awal Agustus 2026.

Baca juga: PMI layani ratusan warga selama lima hari pascagempa NTT

Baca juga: Pertamina salurkan bantuan bagi warga terdampak gempa di NTT

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya