BSI: Pembiayaan berkelanjutan capai Rp78,6 triliun per kuartal II 2026

35 menit yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) mencapai Rp78,6 triliun hingga akhir kuartal II 2026 atau 23,1 persen dari total portofolio pembiayaan perseroan.

Jumlah tersebut terdiri atas green financing sebesar Rp17,4 triliun dan social financing sebesar Rp61,2 triliun.

"BSI terus berkomitmen untuk mengimplementasikan environmental, social, and governance (ESG) dalam praktik bisnis dan operasional bank. Dan, pada kuartal II 2026, komitmen tersebut semakin nyata berwujud dalam portofolio bisnisnya," kata Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Dari sisi pendanaan, Bob menambahkan bahwa perseroan juga telah menerbitkan sustainable sukuk dengan total penerbitan sebesar Rp8 triliun.

Di sisi lain, perseroan memperkuat peran sebagai sahabat sosial melalui penyaluran ziswaf sebesar Rp372,6 miliar ke dalam lima pilar program yaitu ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan, dengan penerima manfaat terbesar pada pilar kemanusiaan sebesar 578.690 orang.

Dalam mendukung program net zero emission, BSI menyediakan 70 RVM atau reverse vending machine dan 145 unit kendaraan listrik operasional serta telah menghitung emisi scope 1 dan scope 2 melalui platform digital carbon tracking.

Sebagai sebuah milestone penting, perseroan meluncurkan sustainability link financing pertama di Indonesia senilai Rp1,5 triliun untuk Tol Bali Mandara. Pembiayaan ini mengintegrasikan prinsip syariah, kinerja berkelanjutan, dan insentif bisnis dalam satu solusi pembiayaan.

Bob menyampaikan perseroan turut berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui UMKM yaitu melalui UMKM Center, Go UMKM, dan desa binaan.

Melalui BSI UMKM Center, jumlah nasabah binaan terus meningkat dari 3.009 pada 2023 menjadi 6.037 hingga Juni 2026. BSI UMKM Center hadir di Aceh dengan 2.726 binaan, di Yogyakarta dengan 1.431 binaan, Surabaya 1.315 binaan, dan Makassar 565 binaan.

Melalui platform Go UMKM by BSI, perseroan memberikan pelatihan secara gratis dengan infrastruktur yang andal dan ahli di bidangnya, membuka kesempatan bagi alumni untuk bergabung dalam komunitas UMKM BSI, serta menampilkan hasil produk UMKM pada etalase portal.

Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung program perekonomian nasional, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI telah mencapai 33,65 persen per Juni 2026 atau berada di atas ketentuan minimum regulator sebesar 30 persen.

Secara nominal, pembiayaan inklusif BSI terus meningkat dari Rp84,3 triliun pada 2023 menjadi Rp114,7 triliun hingga Juni 2026.

Bob menjelaskan dukungan tersebut disalurkan melalui lima program prioritas, salah satunya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari dukungan BSI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan total penyaluran sebesar Rp1,5 triliun.

Kemudian, KUR untuk pembiayaan UMKM dalam negeri dengan total penyaluran Rp6,2 triliun; program perumahan rakyat yang mendukung program pembangunan dan renovasi 3 juta rumah dengan total penyaluran sebesar Rp19,9 triliun yang mencakup sisi supply dan demand; program FLPP dengan total penyaluran Rp311 miliar; serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyaluran pembiayaan kepada SPPG dengan total penyaluran sebesar Rp362 miliar.

"Melalui berbagai program tersebut, tentunya BSI berupaya untuk memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat," kata Bob.

Hingga akhir Juni 2026, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp4,16 triliun hingga akhir Juni 2026 atau tumbuh sebesar 11,08 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 21,81 persen (yoy) mencapai Rp393 triliun dan total pembiayaan tumbuh 15,98 persen (yoy) menjadi Rp340 triliun.

Di tengah persaingan likuiditas yang ketat, perseroan mencatatkan perbaikan cost of fund (CoF) sehingga berada pada level 2,19 persen per akhir Juni 2026. Sementara dari sisi kualitas, rasio NPF gross dan net masing-masing membaik ke level 1,8 persen dan 0,33 persen.

Baca juga: Pembiayaan emas BSI tumbuh 80,52 persen capai Rp30,48 triliun per Juni

Baca juga: BSI kantongi laba Rp4,16 T hingga kuartal II 2026, tumbuh 11,08 persen

Baca juga: BSI perkenalkan kartu pembiayaan Hasanah KKI Card berbasis GPN

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya