Pekerjaan Berat Teknisi Alat Berat

2 jam yang lalu 3

Tangerang, NU Online

Ekskavator atau alat berat menjadi salah satu kendaraan yang banyak digunakan dalam berbagai pekerjaan, mulai dari pengerukan sungai hingga aktivitas pertambangan. Namun, di balik penggunaannya, ada pekerjaan lain yang tidak kalah penting, yakni memperbaiki alat berat ketika mengalami kerusakan.


Salah satu bengkel khusus perbaikan alat berat berada di Jalan Raya KH Hasyim Asy'ari, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Di tempat tersebut, sejumlah alat berat dengan berbagai tingkat kerusakan tampak berjajar. Sebagian mengalami kerusakan cukup parah, sementara lainnya tengah menjalani perbaikan agar dapat kembali digunakan.


Di balik proses perbaikan itu, ada tangan-tangan terampil para teknisi yang setiap hari bergelut dengan besi, peralatan kerja, debu, dan terik matahari. Mereka memastikan setiap bagian alat berat dapat kembali berfungsi dengan baik.


Salah satu teknisi yang bekerja di bengkel tersebut adalah Samsu (52). Pada Jumat (30/10/2026), ia terlihat sibuk memperbaiki bagian bodi sebuah alat berat yang mengalami kerusakan. Dengan peralatan kerja di tangannya, Samsu berusaha memperbaiki bagian besi yang penyok agar kembali mendekati bentuk semula.


Pekerjaan tersebut telah digelutinya selama lebih dari dua dekade. Sejak 2005, pria asal Pandeglang, Banten, ini menekuni pekerjaan memperbaiki bodi alat berat, terutama bagian yang rusak akibat benturan maupun tekanan.


"Saya dari tahun 2005 sudah di alat berat. Bagian saya pengetokan bodi, memperbaiki bodi-bodi yang rusak," ungkapnya.


Bagi Samsu, memperbaiki bodi alat berat bukan pekerjaan mudah. Material besi yang tebal serta tingkat kerusakan yang berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, jika kerusakannya cukup parah hingga membuat bagian bodi penyok dan sulit dikembalikan ke bentuk semula.


Menurutnya, waktu pengerjaan sangat bergantung pada kondisi alat berat yang diperbaiki. Untuk kerusakan tertentu, prosesnya bisa memakan waktu lebih dari sepekan. Bahkan, beberapa pekerjaan membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 hari hingga benar-benar selesai.


Dalam sebulan, Samsu biasanya mampu menangani dua hingga tiga unit alat berat. Jumlah tersebut bergantung pada tingkat kerusakan masing-masing unit.


Keahlian yang dimilikinya saat ini tidak diperoleh secara instan. Samsu mengawali pekerjaannya sebagai helper atau tenaga pembantu. Dari posisi tersebut, ia belajar secara bertahap mengenai berbagai proses perbaikan hingga akhirnya memiliki keterampilan khusus dalam menangani kerusakan bodi alat berat.


"Kita tidak ada yang langsung bisa mengerjakan. Kita belajar dulu dari nol. Makin lama belajar, lama-lama pasti bisa," tuturnya.


Selama menekuni pekerjaan tersebut, Samsu juga pernah berpindah-pindah tempat mengikuti proyek ke sejumlah daerah, seperti Jambi, Madura, dan Palembang. Konsekuensinya, ia harus tinggal jauh dari keluarga. Sementara itu, istri dan anak-anaknya tetap menetap di kampung halaman, Pandeglang.


Di balik pekerjaan yang mengandalkan tenaga dan keterampilan tersebut, Samsu menyimpan harapan sederhana bagi masa depan keluarganya. Ia ingin anak-anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga tidak perlu merasakan beratnya pekerjaan yang selama ini ia jalani.


"Harapannya ke depan jangan sampai anak kita seperti bapaknya. Kita sudah tahu sendiri bagaimana beratnya pekerjaan ini. Kalau bisa, anak-anak jangan sampai merasakan pekerjaan seperti saya," pungkasnya.

Baca Artikel Selengkapnya