Pegadaian perkuat literasi keuangan pekerja informal di Tangerang

1 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - PT Pegadaian memperkuat literasi dan inklusi keuangan pekerja sektor informal melalui edukasi pengelolaan keuangan bagi komunitas pengemudi ojek pangkalan di Tangerang dan Tangerang Selatan, Banten.

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Maryono mengatakan pekerja informal seperti pengemudi ojek pangkalan menghadapi ketidakpastian finansial sehingga membutuhkan kemampuan perencanaan keuangan yang memadai.

“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para mitra pengemudi ojek pangkalan yang menjadi tulang punggung mobilitas warga, memiliki perencanaan keuangan yang kokoh dan tangguh terhadap risiko ekonomi harian,” kata Maryono dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, edukasi keuangan diperlukan agar pekerja informal mampu mengelola pendapatan harian, membentuk dana darurat, serta memilih produk dan layanan keuangan yang aman dan legal.

Pegadaian menggelar edukasi keuangan bagi puluhan pengemudi ojek pangkalan di Kota Tangerang serta kawasan Pondok Aren dan sekitarnya di Tangerang Selatan pada Senin (10/8).

Materi yang diberikan mencakup perencanaan keuangan keluarga dan harian, pembentukan dana darurat, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, serta pengenalan layanan keuangan syariah dan konvensional.

Upaya penguatan literasi dinilai masih relevan di tengah kesenjangan antara pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi mencapai 80,51 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan SNLIK 2024, ketika indeks literasi tercatat 65,43 persen dan inklusi 75,02 persen.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peningkatan akses perlu diimbangi pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk keuangan agar layanan dapat digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Edukasi bagi pekerja informal juga memiliki cakupan yang luas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja informal mencapai 87,74 juta orang pada Februari 2026, lebih besar dibandingkan pekerja formal yang sebanyak 59,93 juta orang.

Maryono mengatakan penguatan kemampuan mengelola keuangan diarahkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, terutama bagi pekerja yang memperoleh pendapatan secara harian.

“Melalui program literasi keuangan ini, kami ingin mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh melalui instrumen pengelolaan dana yang aman, legal, dan terpercaya,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bisnis Pegadaian Area Tangerang Agus Setiawan menyebut pendampingan terhadap komunitas lokal juga diarahkan untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan berbasis digital dan pembiayaan.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan mengenalkan tabungan emas, pembiayaan modal kerja, transaksi digital, serta aplikasi Tring! yang dapat digunakan untuk mengakses sejumlah layanan keuangan.

“Kami berharap pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat diterapkan secara langsung oleh para pengemudi ojek pangkalan dalam mengelola pendapatan harian mereka agar lebih terencana dan berkelanjutan,” ucap Agus.

Selain edukasi keuangan, dalam kegiatan di Tangerang Selatan, perusahaan juga menyerahkan paket kebutuhan pokok serta perlengkapan kerja kepada peserta.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, serta penggunaan layanan keuangan formal bagi pekerja informal sehingga dapat mengambil keputusan finansial secara lebih terencana dan mendukung penguatan ketahanan ekonomi nasional.

Baca juga: OJK: Indeks literasi dan inklusi keuangan 2026 melampaui target RPJMN

Baca juga: BPS: Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat di 2026

Baca juga: Bank Mandiri Taspen edukasi masyarakat kenali produk resmi perbankan

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya