Jakarta (ANTARA) - Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah melemah dipengaruhi memanasnya hubungan AS dengan Iran seiring eskalasi konflik yang meningkat, sehingga menaikkan harga minyak global.
“Rupiah hari ini diperkirakan melemah pada kisaran Rp17.950- Rp18.050 dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak, yaitu meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Mengutip Anadolu, pemerintah Iran mengungkapkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS untuk memberikan "jaminan objektif" guna mengakhiri perang di semua lini serta memenuhi komitmen berdasarkan inisiatif diplomatik tujuh hari yang diajukan oleh Teheran.
Teheran juga menuntut pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan blokade, mencabut pembatasan minyak, dan mengakhiri blokade laut.
AS sendiri baru saja mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran yang menyasar sektor perkeretaapian dan otomotif, serta sebuah jaringan perbankan bayangan yang diduga terkait dengan Rusia,
Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap dua produsen mobil terbesar Iran, Iran Khodro dan SAIPA, beserta sejumlah anak perusahaan mereka, serta perusahaan kereta api milik negara, Islamic Republic of Iran Railway Company, dan dua perusahaan kereta api lainnya.
Pihaknya juga memasukkan sektor otomotif dan perkeretaapian Iran ke dalam daftar sanksi sektoral, yang memungkinkan otoritas AS untuk menargetkan entitas atau individu mana pun yang beroperasi di industri-industri tersebut.
Selain itu, lanjut Rully, sentimen lainnya dipengaruhi perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama mengenai pengelolaan energi dan komoditas.
“Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan,” ujar dia.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Bahlil menyampaikan bahwa kementerian baru itu akan berperan sebagai koordinator kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, untuk mencapai target tersebut.
Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi menguat jadi Rp17.955 per dolar AS
Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·