Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh mengumumkan bakal menggelar rangkaian Pra-Muktamar Ke-35 NU secara hybrid mulai pekan depan.
Kabar tersebut disampaikan Prof Nuh usai rapat SC yang dilaksanakan di Lantai 4 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026) lalu.
"Minggu depan juga sudah ada. Masing-masing komisi sudah punya perencanaan. Itu hibrida. Ada yang di tempat sini atau di mana, tapi bisa dibroadcast ke yang lain," jelasnya.
Prof Nuh menjelaskan bahwa saat ini setiap komisi telah menyusun perencanaan masing-masing untuk materi-materi yang akan dibahas pada pra-Muktamar tersebut.
"Alhamdulillah, persiapan terus di-speed up, dikebut, baik di teman-teman organizing committee maupun teman-teman steering committee. Hari ini (pembahasan) urusan materi dengan para penanggung jawab materi," jelasnya.
Prof Nuh menjelaskan, Muktamar merupakan forum yang mempertemukan berbagai pandangan. Ia mengungkapkan bahwa panitia berupaya mengelola berbagai perbedaan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang bersifat destruktif atau merusak.
"Muktamar itu forum bertemunya perbedaan sekaligus forum bertemunya persamaan," jelasnya.
Ia menilai bahwa sebagian besar perbedaan yang muncul dalam pembahasan Bahtsul Masail, lebih berada pada ranah akademik dan pemahaman sehingga tidak menimbulkan persoalan berarti.
"Di Bahtsul Masail, meskipun ada perbedaan, itu aman, tidak ada sesuatu yang mengarah pada hal yang destruktif," katanya.
Ia menambahkan, Pra-Muktamar akan difokuskan untuk membahas kembali materi-materi yang sebelumnya telah dirumuskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 20-22 Juni 2026.
Menurutnya, pembahasan pada Munas-Konbes di Ploso masih bersifat pokok-pokok karena pesertanya hanya terdiri atas unsur pleno dan Pengurus Wilayah (PW), sedangkan peserta Muktamar nantinya juga melibatkan Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI).
"Padahal muktamirin nanti itu pleno, PW, PC, dan PCI," katanya.
Prof Nuh menambahkan, Pra-Muktamar juga bakal menjadi sarana untuk menyosialisasikan hasil Munas-Konbes di Ploso kepada peserta Muktamar yang lebih luas.
"Di situ bisa kita perdalam lagi, bisa kita perkaya lagi, sekaligus bisa kita elaborasi lagi. Tiga itu fungsinya di Pra-Muktamar," terangnya.

2 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·