Palembang, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama meluncurkan Digdaya Pesantren dalam Roadshow Ke-14 Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Sekretaris RMI PBNU Ulun Nuha mengatakan Digdaya Pesantren merupakan sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung pendataan, tata kelola, dan penguatan ekosistem pesantren.
"Digdaya Pesantren adalah program pendataan dan digitalisasi pesantren yang dihadirkan oleh PBNU bersama RMI untuk memudahkan pesantren mengelola datanya sendiri, sekaligus membuat profil pesantren lebih dikenal publik luas melalui Portal Pesantren NU," kata Gus Ulun, sapaan akrabnya kepada NU Online, Ahad (26/7/2026).
Program ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi kelembagaan yang mampu meningkatkan kemandirian, akuntabilitas, serta daya saing pesantren di era digital.
Sebagai penegasan komitmen bersama, dalam kesempatan itu juga,. peserta membacakan dan menandatangani Deklarasi Palembang Mewujudkan Pesantrenku Aman. Deklarasi itu memuat komitmen memperkuat perlindungan santri, mencegah segala bentuk kekerasan, membangun budaya pengasuhan yang sehat, serta memperkuat kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat.
Ketua PWNU Sumatera Selatan KH Hendra Zainuddin Al Qodiri menyebut Sumatra Selatan memiliki sekitar 670 pondok pesantren, dengan sekitar 90 persen di antaranya berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.
"Ini menunjukkan bahwa NU memikul amanah yang sangat besar dalam menjaga kualitas pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan bagi ribuan santri di Sumatera Selatan. Karena itu, kami mengajak seluruh pesantren dan warga Nahdliyin untuk bersama-sama mendukung Gerakan Nasional Pesantrenku Aman," ujarnya.
Roadshow tersebut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Hodri Ariev, Ketua PWNU Sumatera Selatan KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Apriyadi Mahmud, para kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, serta unsur pemerintah dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Palembang Mewujudkan Pesantrenku Aman.
Melalui penyelenggaraan Roadshow Ke-14 Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Palembang, PBNU menegaskan komitmennya untuk terus memperluas gerakan perlindungan santri di berbagai daerah.
Gerakan ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi pesantren yang tidak hanya memperkuat sistem perlindungan anak, tetapi juga menjaga marwah pesantren sebagai pusat pendidikan Islam, pembinaan akhlak, dan pengembangan peradaban yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

2 jam yang lalu
4




English (US) ·
Indonesian (ID) ·