PBNU Dorong Zakat Jadi Solusi Ketahanan Masyarakat di Tengah Krisis Global

1 jam yang lalu 2

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong optimalisasi zakat sebagai instrumen utama dalam memperkuat ketahanan masyarakat di tengah krisis global yang berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan rakyat.


Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni menghadiri Halal Bihalal Perkumpulan Organisasi Zakat (Poroz) di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Amin Said menyampaikan pesan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang mengapresiasi capaian pengumpulan zakat sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga amil zakat dalam pemberdayaan masyarakat serta mitigasi dampak krisis global.


Ia menyebutkan bahwa Poroz telah menunjukkan capaian positif dalam pengumpulan zakat dari tahun ke tahun.


“Gus Yahya mengapresiasi capaian lembaga amil zakat yang bergabung dalam Poroz, yang dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan dalam pengumpulan zakat,” ujar Amin Said kepada NU Online.


Ia menambahkan, capaian tersebut diharapkan terus meningkat mengingat potensi zakat masih sangat besar dan perlu digarap secara lebih intensif.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Ketua Umum PBNU menginginkan lembaga amil zakat yang berhimpun di Poroz tidak hanya berfokus pada pengumpulan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam program pemberdayaan. Dengan kolaborasi tersebut, pemanfaatan zakat diharapkan lebih terarah sehingga memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.


“Ketua Umum berharap Lembaga Amil Zakat yang berhimpun di Poroz berkolaborasi dalam pemberdayaan, sehingga pemanfaatan zakat ke depan dapat lebih terkonsentrasi,” ujarnya.


Amin Said juga menyampaikan bahwa Gus Yahya berharap Poroz turut memikirkan serta melakukan mitigasi dampak perang di Timur Tengah. Konflik yang terjadi di kawasan tersebut, menurutnya, tetap memberikan pengaruh global hingga ke Indonesia.


“Ketua Umum (Gus Yahya) berharap Poroz ikut memikirkan mitigasi dampak perang di Timur Tengah, yang juga dampaknya dirasakan di Indonesia,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PBNU saat ini menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Masyarakat sebagai upaya membantu warga menghadapi krisis akibat perang.


Ia menekankan bahwa konflik Iran dengan Amerika dan Israel membawa dampak ekonomi serius, mulai dari terganggunya pasokan energi hingga kenaikan harga kebutuhan pokok. Kondisi tersebut, menurutnya, berisiko memperparah kemiskinan masyarakat.


“Zakat sebetulnya sangat diharapkan untuk bisa menjadi solusi dalam meningkatkan ketahanan masyarakat,” pungkasnya.

Kontributor: Ahmad Syafiq S

Baca Artikel Selengkapnya