PBB: 24 Juta Warga Sahel Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan

2 jam yang lalu 1

Ilustrasi suasana di Sahel.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan sekitar 24 juta orang di kawasan Sahel, Afrika, membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat memburuknya konflik bersenjata, krisis iklim, dan gelombang pengungsian yang terus meningkat.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers harian pada Rabu mengatakan Tinjauan Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan 2025 menunjukkan situasi kemanusiaan di Burkina Faso, Chad, Mali, Niger, Kamerun bagian utara, dan Nigeria timur laut semakin mengkhawatirkan.

"Kekerasan terus meluas di seluruh kawasan, dengan kelompok-kelompok bersenjata memperkuat kehadiran mereka di Sahel Tengah dan Cekungan Danau Chad," kata Dujarric.

Menurut dia, meningkatnya ketidakamanan telah memicu pengungsian massal serta memaksa penutupan sekolah dan fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah terdampak.

PBB juga menyoroti dampak perubahan iklim yang memperparah krisis di kawasan tersebut. Dujarric mengatakan wilayah Sahel mengalami peningkatan suhu lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Sepanjang 2025, sekitar 590 ribu orang terdampak banjir. Sementara itu, kekeringan yang berulang dan degradasi lahan terus mengancam sektor pertanian serta mata pencaharian jutaan penduduk.

Untuk merespons situasi tersebut, PBB bersama mitra kemanusiaannya memperluas program bantuan tunai, memperkuat langkah-langkah antisipatif, dan meningkatkan dukungan bagi organisasi lokal.

Menurut Dujarric, langkah itu diperlukan agar masyarakat yang terdampak mampu menghadapi kebutuhan yang terus meningkat di tengah krisis yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Mengapa Sahel Disebut Salah Satu Kawasan Paling Rentan di Dunia?

Bagi banyak orang Indonesia, nama Sahel mungkin masih terdengar asing. Namun kawasan ini merupakan salah satu wilayah paling rentan di dunia terhadap krisis kemanusiaan.

Sahel adalah kawasan luas yang membentang di selatan Gurun Sahara, mulai dari Senegal di Afrika Barat hingga Sudan di Afrika Timur. Wilayah ini menjadi zona transisi antara gurun yang kering dan kawasan Afrika sub-Sahara yang lebih hijau dan padat penduduk.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya