Israel Kembali Bom Lebanon saat Gencatan Senjata, 9 Orang Tewas

50 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan terbaru Israel ke Lebanon pada Sabtu (15/8) menewaskan sembilan orang termasuk di antaranya tiga anak-anak. Ini menjadi serangan paling mematikan, usai kesepakatan pada Juni lalu meredakan permusuhan antara Israel dan Hizbullah.

Dilansir AFP, Israel mengeklaim pihaknya melakukan serangan terhadap kelompok milisi Hizbullah yang dibekingi Iran. Namun Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut tujuh korban tewas dalam salah satu serangan itu bukan target militer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Israel meningkatkan serangannya di wilayah selatan pada Sabtu pagi," demikian laporan Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon.

Dalam laporan NNA, Israel disebut meluncurkan serangan pesawat tempur ke sebuah rumah di pinggiran desa Ansar, dan melakukan serangkaian serangan udara yang menargetkan punggung bukit Ali Al Taher. Selain itu serangan juga terjadi di Deir Zahrani.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan tujuh tewas di Ansar, sementara dua lainnya tewas di Deir Zahrani.

Seorang warga bersama Abbas Khalil mengaku sedang melaksanakan salat subuh ketika serangan terjadi. "Kami terkejut, tidak ada pembenaran untuk hal ini," kata dia kepada AFP.

PM Lebanon Salam menyatakan mereka yang terbunuh bukan lah sasaran militer.

"Israel harus menghentikan eskalasi ini, sangat berbahaya dan melemahkan upaya untuk mengkonsolidasikan stabilitas di selatan," kata dia.

Hizbullah ikut menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada Maret lalu dengan menembakkan roket ke Israel untuk mendukung Iran.

Israel membalasnya dengan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon, hingga menewaskan ribuan orang.

Kekerasan sempat menurun signifikan sejak penandatanganan nota kesepahaman AS-Iran pada Juni lalu, dan kerangka kesepakatan antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat pada akhir Juli lalu.

Namun Lebanon masih melaporkan serangan Israel yang terputus-putus dan penghancuran besar-besaran bangunan sipil di desa dan kota di bagian selatan.

(dna)

Baca Artikel Selengkapnya