Massa menyerukan pembebasan aktivis kemanusiaan yang yang diculik Zionis Israel dalam missi Global Sumud Flotilla (GSF), di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Panitia Global Sumud Flotilla mengungkapkan para aktivis yang ditahan pasukan Israel mengalami perlakuan kasar dan intimidatif setelah kapal mereka dicegat. Mereka mendesak warga dunia meingkatkan tekanan pada pemerintah Zionis agar menghentikan penyiksaan.
Dalam pernyataan terbaru kepada keluarga peserta, panitia menyebut para relawan dipaksa tiarap, dibatasi geraknya, serta diperlakukan secara tidak proporsional meski mereka merupakan sukarelawan sipil tak bersenjata dalam misi kemanusiaan.
“Ini situasi serius yang menunjukkan bahkan solidaritas kemanusiaan dibalas dengan represi,” demikian pernyataan Tim Komunikasi Keluarga dan Sahabat Global Sumud Flotilla, Rabu.
Panitia juga mengingatkan keluarga peserta agar berhati-hati terhadap narasi, gambar, maupun informasi yang beredar dari media dan sumber resmi Israel. Menurut mereka, sebagian informasi tersebut dapat menjadi bagian dari perang psikologis dan propaganda untuk mengintimidasi keluarga, melemahkan dukungan publik, serta meruntuhkan solidaritas terhadap Palestina.
Meski demikian, panitia menegaskan media Israel tidak akan mampu menampilkan semangat sumud atau keteguhan para peserta flotilla dalam menghadapi ancaman dan tekanan. Para aktivis disebut telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan sulit dan tetap saling menjaga satu sama lain selama penahanan berlangsung.
Panitia Global Sumud Flotilla memastikan para peserta tidak sendirian. Mereka kini dipantau dan didukung tim hukum internasional, organisasi hak asasi manusia, serta relawan dari berbagai negara.
“Mereka bergabung dalam misi ini karena percaya rakyat Gaza tidak seharusnya menghadapi penderitaan dan isolasi sendirian. Mereka juga percaya kemanusiaan tetap harus dibela meski risikonya besar,” lanjut pernyataan tersebut.
Tim komunikasi keluarga juga mendesak para kerabat peserta terus memberi tekanan kepada pemerintah masing-masing agar menjamin keselamatan, martabat, dan kesejahteraan para aktivis yang ditahan Israel.
Pernyataan dari panitia Global Sumud Flotilla ini dilansir seiring unggahan soal kondisi para relawan oleh menteri sayap kanan Israel Itamar ben Gvir. Dalam video itu, Ben Gvir terlihat menyambangi para aktivis yang sedang dalam kondisi bertekuk lutut.

1 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·